Gappy Gelar Simulasi Pernikahan di Era Tatanan Kehidupan Baru
Simulasi nikah di era normal diadakan di Sportarium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gabungan Penyelenggara Pernikahan Yogyakarta (GAPPY) menyelenggarakan simulasi nikah di masa adaptasi kebiasaan baru pada Kamis (16/7/2020).
Simulasi nikah di era normal diadakan di Sportarium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
Pada acara simulasi pernikahan tersebut dihadiri oleh Pejabat Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, Bupati/walikota DIY, dinas-dinas terkait dan di bawah supervisi dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, mengatakan ia sangat mendukung dengan adanya kegiatan simulasi ini.
Seyogyanya di masa adaptasi kebiasaan baru ini, masyarakat mulai beraktifitas dalam menggerakkan sektor-sektor penyelenggaraan pernikahan yang diselenggarakan oleh Gappy.
Terlebih, ia mengatakan salah satu hikmah yang dapat dipetik dari wabah Covid-19 yaitu menyadarkan akan pentingnya menjaga kesehatan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.
Sementara Ketua Gappy, Ki Abeje Janoko mengatakan, kegiatan simulasi pernikahan ini bertujuan untuk memperkenalkan protokol kesehatan maupun keamanan pada kondisi pandemi Covid-19.
Serta juga mencegah persebaran Covid-19 dan mencegah adanya kluster batu dari resepsi pernikahan.
Selain itu, untuk menunjukkan pada Pemda DIY bahwa para pengusaha wedding sudah siap menggelar resepsi pernikahan dengan model baru.
Dengan begitu, pemerintah tidak ragu dalam memberikan izin penyelenggaraan wedding.
"Kita sudah siap menggelar wedding dengan protokol kesehatan secara ketat atau resepsi pernikahan di masa adaptasi baru," tuturnya Kamis (16/7/2020).
Ia berharap kegiatan simulasi pernikahan di masa transisi adaptasi kebiasaan baru ini akan kembali membangkitkan roda perekonomian masyarakat di sektor usaha jasa wedding, hiburan, pariwisata, percetakan dan mua.
"Dengan digelarnya kegiatan ini diyakini dapat mengedukasi masyarakat yang akan menyelenggarakan pernikahan dapat dilakukan asal memperhatikan protokol kesehatan. Sesuai dengan jargon yang kami sampaikan kepada masyarakat "Mantu aman" dan bersama kita bisa," ujarnya.
Simulasi ini dilakukan mulai dari layout ruangan yang hanya diisi oleh 50 persen dari kapasitas ruangan baik indoor maupun outdoor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/simulasi-pernikahan-gappy.jpg)