Wabah Virus Corona
Hasil Uji Awal Vaksin Virus Corona Moderna Aman Bagi Manusia, Begini Cara Kerjanya
Vaksin eksperimental Moderna Inc untuk COVID-19, pada studi tahap awal terbukti aman dan mampu memicu respons kekebalan
Hasil yang telah dirilis pada Selasa lalu itu melibatkan tiga dosis vaksin, diuji pada 15 sukarelawan berusia antara 18-55 tahun dengan dua suntikan, terpisah 28 hari.
• Rekomendasi Perhimpunan Dokter Paru Setelah Virus Corona Disebut Bisa Menyebar di Udara/Airborne
Tim peneliti juga melaporkan orang yang mendapatkan dua dosis vaksin memiliki tingkat antibodi penetralisir pembunuh virus yang melebihi tingkat rata-rata dari orang yang pulih dari COVID-19.
Efek samping setelah dosis kedua, terjadi pada 7 dari 13 sukarelawan yang mendapatkan dosis sebanyak 25 mikrogram.
Semua peserta, yakni 15 sukarelawan menerima vaksin dengan dosis 100 mikrogram dan 14 sukarelawan mendapatkan dosis sebanyak 250 mikrogram.
Pada kelompok dosis tertinggi, tiga pasien mengalami reaksi parah seperti demam, kedinginan, sakit kepala atau mual. Salah satunya mengalami demam 39,6 derajat Celcius.
"Kami tidak melihat kejadian yang ditandai sebagai efek samping serius," kata Jackson, merujuk pada reaksi pasien COVID-19 yang memerlukan rawat inap atau mengakibatkan kematian.
Pada Juni, Moderna mengatakan mereka memilih dosis 100 mikrogram untuk studi tahap akhir untuk meminimalkan reaksi yang merugikan.
Dengan dosis tersebut, Moderna rencananya akan memproduksi 500 juta dosis vaksin corona per tahun, bahkan kemungkinan bisa menyediakan hingga 1 miliar dosis per tahun yang dimulai pada 2021.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kabar Baik, Kandidat Vaksin Corona Moderna Aman Diujikan pada Manusia",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/raksasa-farmasi-modern-amerika-serikat.jpg)