Wabah Virus Corona
Hasil Uji Awal Vaksin Virus Corona Moderna Aman Bagi Manusia, Begini Cara Kerjanya
Vaksin eksperimental Moderna Inc untuk COVID-19, pada studi tahap awal terbukti aman dan mampu memicu respons kekebalan
TRIBUNJOGJA.COM -Pandemi Virus Corona penyebab COVID-19 masih dihadapi dunia. Hingga saat ini belum ada vaksin virus yang mengakibatkan pneumonia ini.
Para ahli dari berbagai negara terus melakukan uji Vaksin Virus Corona, bahkan yang diproduksi Indonesia.
Ratusan kandidat vaksin corona masih dalam pengembangan dan sebagian besar telah memasuki fase II dan fase III pengujian vaksin.
Salah satu kandidat vaksin yang mencuri perhatian para peneliti yakni yang dikembangkan perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, Moderna.
Seperti dikutip Kompas.com dari South China Morning Post (SCMP), Rabu (15/7/2020), vaksin eksperimental Moderna Inc untuk COVID-19, pada studi tahap awal terbukti aman dan mampu memicu respons kekebalan pada 45 sukarelawan sehat.
Laporan yang disampaikan pada Selasa (14/7/2020) itu tidak menunjukkan adanya efek samping yang dirasakan para sukarelawan yang menerima pengujian Vaksin Virus Corona ini.
Akan tetapi, lebih dari setengah sukarelawan ini melaporkan adanya reaksi ringan atau sedang.
Tim peneliti melaporkan dalam jurnal New England Journal of Medicine, hal ini mungkin terjadi setelah dosis kedua dan pada orang yang mendapatkan dengan dosis tertinggi.
Moderna adalah yang pertama kali memulai pengujian vaksin virus corona baru, SARS-CoV-2, pada manusia. Pengujian ini dilakukan pada 16 Maret lalu, sekitar 66 hari setelah urutan genom virus dirilis.
• Vaksin Covid-19 Buatan Dalam Negeri Ditarget Bisa Diproduksi Awal 2021, Ini Kata Presiden Jokowi
Cara kerja vaksin pada tubuh
Pandemi COVID-19 saat ini telah menginfeksi lebih dari 13 juta orang di dunia, dan menewaskan lebih dari 580.000 orang tewas akibat virus ini. Untuk mengakhiri pandemi ini, para ahli mengatakan dunia memerlukan vaksin.
"Dunia sangat membutuhkan vaksin untuk melindungi dari COVID-19," kata Dr Lisa Jackson Kaiser Permanente Washington Health Research Institute di Seattle, yang juga penulis penelitian ini.
Pemerintah federal Amerika Serikat mendukung pengembangan vaksin Moderna ini dengan mengucurkan dana senilai hampir setengah miliar dolar dan telah memilihnya sebagai kandidat vaksin corona pertama yang memasuki uji coba manusia skala besar.
Lantas, bagaimana Virus Corona ini bekerja dalam tubuh? Vaksin yang dikembangkan Moderna ini menyasar mRNA-1273 menggunakan asam ribonukleat (RNA), yakni pembawa pesan kimia yang berisi instruksi untuk membuat protein.
Ketika disuntikkan pada manusia, vaksin akan menginstruksikan sel untuk membuat protein yang meniru permukaan luar Virus Corona, yang diakui tubuh sebagai penyerbu asing, dan melakukan respon kekebalan terhadapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/raksasa-farmasi-modern-amerika-serikat.jpg)