Lebih dari 1.000 Pedagang Pasar Tradisional di Bantul Mangkir Rapid Test

Lebih dari 1.000 Pedagang Pasar Tradisional di Bantul Mangkir Rapid Test

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Azka Ramadhan
Suasana rapid test massal untuk para pedagang di Pasar Jodog, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Senin (6/7/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menggelar rapid test masal secara maraton yang menyasar 44 pasar tradisional.

Tapi, sayangnya sasaran yang didapat dalam test cepat selama delapan hari tersebut, masih terbilang cukup jauh dari target awal.

Plt Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Bantul, Budi Nur Rokhmah pun menuturkan, dari total 8.582 pedagang yang disasar, hanya 7.441 saja yang suka rela ikut tes cepat itu.

Dalam artian, dari 44 pasar tradisional, ada 1.141 pedagang yang mangkir rapid test.

"Ini memang belum sesuai target yang diharapkan. Padahal, dari pedagang yang mengikuti rapid test, 96 di antaranya reaktif," terangnya, Selasa (14/7/2020) sore.

Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta mengakui sejauh ini pihaknya belum bisa memberi semacam sanksi bagi pedagang pasar yang menolak rapid test massal.

Belum adanya payung hukum membuat pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Respon Arahan Pemerintah untuk Tingkatkan Test PCR

Pasien Covid-19 Kembali Melonjak, Kapasitas Rumah Sakit Lapangan Bantul Tinggal Tersisa 16

Praktis, langkah yang bisa ditempuh Dinas Perdagangan hanya sebatas memberikan edukasi mengenai pentingnya rapid test, sekaligus menjalin koordinasi dengan pengelola setiap pasar tradisional untuk mengingatkan pedagangnya supaya tidak menghindari tes cepat itu.

"Kami masih menunggu Perda atau Perbup yang mengatur soal sanksi, kemarin kita sudah kasih masukan ke bagian hukum. Jadi, ke depan harapannya bisa diperketat, tidak ada lagi pedagang mangkir," ujarnya.

Lebih lanjut, Sukrisna memaparkan, dari rapid test massal yang dilakukannya bersama Dinas Kesehatan tersebut, ada dua pasar yang sempat ditutup sementara waktu, setelah tiga pedagangnya positif corona. Yakni, Pasar Sungapan, Sedayu dan Pasar Sorobayan, Sanden.

"Melalui rapid test massal ini kami berharap bisa benar-benar mengetahui kondisi pasar, apakah di dalamnya ada yang terpapar Covid-19, atau tidak. Serta, meningkatkan kewaspadaan pengunjung dan pedagang agar mentaati protokol kesehatan," pungkasnya.(Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
Live
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved