Pemkab Klaten Siagakan Mekanisme Pengungsian dan Jalur Evakuasi Merapi
Pemkab Klaten kini tengah menyiapsiagakan mekanisme, sarana dan prasarana pengungsian dan evakuasi
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Pemkab Klaten kini tengah menyiapsiagakan mekanisme, sarana dan prasarana pengungsian dan evakuasi, guna mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam erupsi Gunung Merapi.
“Melihat perkembangan aktivitas Gunung Merapi saat ini, diperlukan kesiapsiagaan pemerintah daerah. Bilamana terjadi sesuatu, pemerintah dapat hadir di tengah masyarakat," ujar Sekda Klaten, Jaka Sawaldi, Jumat (10/7/2010).
"Maka saat ini kita lakukan antisipasi, kita persiapkan lebih awal. Sehingga kita bisa memberikan pelayanan pada masyarakat secara maksimal,” imbuhnya.
Sekda Klaten memaparkan bahwa dari beberapa poin yang disiapkan, di antaranya berkaitan dengan jalur evakuasi maupun jalur alternatif, tempat pengungsian, desa paseduluran, data Covid-19 desa pengungsi maupun penerima, adanya fasilitas sekolah yang dimungkinkan untuk pengungsian, kesiapan logistik, dan data-data (penduduk, armada, ternak, dan kelompok rentan).
Berkaitan dengan desa asal, setidaknya ada 13 desa yang akan dievakuasi jika terjadi bencana gunung berapi.
Kemudian, untuk desa penerima atau desa paseduluran sebanyak 26 desa penerima yang ada di 5 kecamatan di Kabupaten Klaten.
Sekretaris BPBD Klaten, Nur Tjahjono, mengungkapkan kesiapsiagaan itu penting untuk dilakukan sebagai bentuk antisipasi.
Terlebih dengan melihat perkembangan aktivitas Gunung Merapi saat ini.
Dalam hal ini kesiapan BPBD dan pihak-pihak terkait sangat diperlukan.
“Besok pagi mulai akan dilakukan tindakan di lapangan. Kita sudah buat tim dan sudah kita bidang-bidangnya Termasuk untuk shelter yang ada akan kami persiapkan,” ujar Nur Tjahjono
Adapun, saat ini Gunung Merapi masih berada dalam status waspada level ll. (*)