Breaking News:

Yogyakarta

Sultan Pastikan Pembebasan Lahan Tol Yogya-Solo Tidak Ada Perubahan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan bahwa pembebasan lahan untuk tol Yogya-Solo tidak akan berubah.

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan bahwa pembebasan lahan untuk tol Yogya-Solo tidak akan berubah.

Hal tersebut lantaran Izin Penetapan Lokasi (IPL) telah ia tandatangani beberapa waktu lalu.

"Harapan saya Agustus (mulai pembebasan lahan diawali dengan pemasangan patok). Sosialisasi sudah. Prinsip tidak ada pihak yang berkeberatan. Pembebasan jalur yang sudah ditentukan. Sekarang sosialisasi bahwa tol pasti dibangun dan untuk mencocokan harga," ungkapnya, di Gedung Pracimasana Kompleks Kepatihan, Kamis (9/7/2020).

Kontruksi Jalan Tol Yogyakarta-Bawen di Wilayah Sleman Sebagian Besar Melayang

Ia kembali menjelaskan bahwa lahan yang digunakan untuk Tol Yogya-Solo tidak akan berubah lagi.

"Sudah pasti karena susah sesuai dengan IPL dan itu sudah disepakati semua pihak yang harus tanahnya dibebaskan. Tol tidak akan bergeser tapi itu dari pojokan Lotte sampai keluar Kabupaten Sleman ke Borobudur," urainya.

Sultan mengimbuhkan, proses pembebasan lahan yang dimulai Agustus diprediksi akan berjalan hingga pertengahan tahun 2021.

"Pertengahan tahun depan pembebasan dan pembayaran lahan sudah harus selesai. Jadi mungkin 2022 dimulai (pembangunan)," ucapnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana meminta agar pemerintah memberdayakan masyarakat DIY dalam pembangunan proyek tol nanti, baik itu Tol Yogya-Solo, Yogya-Bawen, bahkan Yogya-Cilacap.

Jalan Tol Yogya-Bawen Rencananya akan Dibangun Sepanjang 7,65 Kilometer di Wilayah Sleman

"Titik-titik pekerjaan apa saja yang bisa disinergikan, bagaimana pelibatan pengusaha dan tenaga kerja lokal, bagaimana exit tol dan setting ekonominya dan sebagainya," bebernya.

Ia pun mengingatkan pengalaman pahit saat pembangunan YIA di mana pengusaha lokal banyak yang dibayar dengan sistem tunda sehingga menimbulkan kerugian

"Kami minta agar proyek ini dilaksanakan secara transparan sejak awal dan direncanakan secara baik, termasuk sisi keuangannya. Kontraktor jangan sekadar mau menang sendiri," ungkapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved