Pendidikan
Sebagian SMP Swasta Masih Terima Pendaftaran Siswa Baru
Hal yang berbeda berlaku pada SMP swasta yang hingga kini masih membuka pendaftaran dan memiliki kuota sisa untuk calon peserta didik baru.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP negeri di DIY telah selesai dilakukan.
Hal yang berbeda berlaku pada SMP swasta yang hingga kini masih membuka pendaftaran dan memiliki kuota sisa untuk calon peserta didik baru.
Satu di antara SMP swasta yang masih membuka pendaftaran adalah SMP Tumbuh. Kondisi pandemi rupanya ikut memengaruhi antusiasme pendaftar di sekolah ini.
"Kami buka PPDB sejak September 2019. Sampai pekan ini masih ada sisa kuota, sehingga bagi yang mau menyusul mendaftar atau pindah sekolah masih bisa sebelum tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli 2020," ujar Administrator Sekolah Tumbuh, Ana Subagya saat ditemui di SMP Tumbuh, Sewon, Bantul, Rabu (8/7/2020).
• Sambut Siswa Baru, Pengenalan Lingkungan Sekolah di Yogyakarta Akan Dilakukan Secara Virtual
Ana menjelaskan, tahun ini siswa baru rencananya akan dibagi dalam dua kelas, yakni kelas internasional dan nasional. Hingga saat ini kelas internasional masih tersisa 7 kuota siswa dan kelas nasional 4 kuota siswa.
Jumlah pendaftar hingga kini pun menurutnya tidak sebanyak tahun lalu meskipun perbedaannya tidak terlalu jauh.
"Memang ada pengaruhnya pandemi ini. Ada yang akhirnya lebih memilih home schooling. Beberapa menghubungi sebatas tanya-tanya dulu," tuturnya.
Untuk sistem pembelajaran ke depan, Ana menerangkan pihaknya masih akan menerapkan sistem daring hingga waktu yang masih belum diketahui.
Sebagai sekolah inklusi, pihaknya juga menerima anak berkebutuhan khusus (ABK). "Kami fasilitasi anak sesuai usia. Kami juga menerima ABK," tandasnya.
Sementara itu, SMP swasta lainnya yakni SMPIT Luqman Al Hakim Internasional (LHI) membuka PPDB hingga hari ini (Rabu, 8/7/2020). Sebelumnya, SMP IT LHI membuka pendaftaran sebanyak lima gelombang sejak November 2019.
• SMPN 4 Yogyakarta Jadi Pilot Project Aplikasi Pembelajaran Interaktif
Wakil Kepala Kesiswaan sekaligus Ketua PPDB SMPIT LHI, Siti Nofiati mengatakan sekolahnya membuka dua jenis kelas, yakni kelas boarding atau asrama dan kelas fullday.
Ia menerangkan, untuk kelas boarding kuota siswa baru telah terpenuhi. Sedangkan, kelas fullday masih tersisa 7 lowongan dari kuota total 40 siswa.
Menurut Nofi, sapaan akrab Siti Nofiati, kondisi pandemi tidak ikut memengaruhi jumlah pendaftar di SMP IT LHI dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tidak ada perbedaan terkait jumlah pendaftar dengan kondisi pandemi. Justru karena kebijakan zonasi yang diterapkan pemerintah (di sekolah negeri) membuat peminat pendaftaran di sini bertambah, karena khawatir terlempar ke sekolah yang bukan favorit," tuturnya.
Adapun untuk pembelajaran di tahun ajaran baru kelak, Nofi menerangkan, untuk seluruh siswa masih akan diterapkan pembelajaran daring.
“Siswa kami berasal dari berbagai daerah, tidak hanya DIY, sehingga kami tidak ingin ambil risiko,” bebernya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/satu-di-antara-smp-swasta-yang-masih-membuka-pendaftaran-adalah-smp-tumbuh.jpg)