Gandeng PT Yogya Presisi Tehnikatama, UGM Buat Ventilator Khusus ICU, Ini Keunggulannya

Pertama di Indonesia, UGM Buat Ventilator Khusus ICU, Ini Keunggulannya

Tayang:
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Kurniatul Hidayah
Ventilator ICU buatan UGM bersama mitra industri PT Yogya Presisi Tehnikatama yang diklaim merupakan produk anak bangsa pertama di Indonesia. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - UGM bersama mitra industri PT Yogya Presisi Tehnikatama berhasil mengembangkan dua jenis ventilator khusus digunakan untuk ruang ICU dan satu lagi ventilator untuk ruang non-ICU.

Inovasi ini diklaim sebagai yang pertama dilakukan di Indonesia.

Hal tersebut dijelaskan Rektor UGM Prof Panut Mulyono seusai melakukan audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan terkait produk ventilator yang dikembangkannya tersebut.

"Ventilator yang untuk ICU sedang uji di Surabaya, di balai pengujian fasilitas kesehatan di Surabaya, kurang lebih empat hari di sana lalu diuji klinis di Sardjito," bebernya di hadapan pers.

Ia mengatakan bahwa saat ini lebih dari 90 persen kebutuhan ventilator didatangkan dari luar negeri.

Kelebihan produksi ventilator UGM ini dibanding produk luar dijelaskan Panut yakni tidak bergantung periodesasi penggunaan ventilator yang selepasnya harus dimusnahkan.

Hal itu lantaran pihaknya menyediakan teknisi yang siap untuk melakukan perawatan.

"Kelebihan produk kita sendiri nanti kita menyiapkan teknisinya.

Teknisi itu yang memberikan after sale service sehingga kalau ada kerusakan cepat ditangani. Performance awal selalu terjaga karena teknisi kita siapkan," ucapnya.

Seorang Bidan jadi Tersangka Kasus Penjualan Bayi, Ini Perannya

BREAKING NEWS : Polresta Yogyakarta Ungkap Kasus Perdagangan Bayi, Dijual Rp20 Juta di Facebook

Ia pun mengatakan, inovasi tersebut mendapatkan sambutan hangat dari Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Tadi ND baik dukungannya memberi skema pemanfaatan untuk rumah sakit di DIY. Berbagai pola tadi beliau menyebut misal dengan BPD skema pendanaannya dan lain-lain," bebernya.

Direktur PT Stechoq Robotika Indonesia Malik Khidir mengatakan untuk ventilator non-ICU sudah mulai diproduksi 10 unit dan dalam waktu dekat akan masuk tahapan uji klinis.

"Komponen kita siapkan 60 unit. Kita lewati tahap uji klinis, nanti produksi 60 unit.
Biaya produksinya sepertiga dari luar (ventilator impor). Luar Rp 700-900juta, kita di kisaran sepertiganya," ungkapnya.

Sementara untuk ventilator ICU ditargetkan mulai produksi pada Agustus mendatang. (Tribunjogja/Kurniatul Hidayah)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved