Penjelasan Soal Kalung Antivirus Corona Produk Kementan

Senyawa 1,8 sineol merupakan senyawa yang bisa menguap (volatile) maka dari itulah digunakan dalam bentuk kalung.

Tayang:
Editor: Rina Eviana
DOK. Humas Kementerian Pertanian
Kementan akan memproduksi kalung dari tanaman eucalyptus yang diklaim mampu membunuh virus. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Belakangan ini kalung antivirus produk Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi perbincangan.

Kementan mengklaim berencana untuk membuat antivirus corona yang dibuat dari bahan eucalyptus (kayu putih).

Antivirus tersebut berbentuk kalung aromaterapi, balsem, roll on, serta diffuser.

Kementan akan memproduksi kalung dari tanaman eucalyptus yang diklaim mampu membunuh virus.
Kementan akan memproduksi kalung dari tanaman eucalyptus yang diklaim mampu membunuh virus. (DOK. Humas Kementerian Pertanian)

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sebelumnya mengatakan bahwa produk ini telah melalui uji lab peneliti pertanian terhadap virus influenza, serta beta dan gamma corona.

Kalung aromaterapi berbahan dasar kayu putih tersebut rencananya akan mulai diproduksi massal bulan depan.

Tahap penelitian in vitro Dr Berry Juliandi S.Si, M.Si, ilmuwan dari Departemen Biologi IPB serta anggota Indonesian Young Scientist Forum mengatakan benar kayu putih bisa menghambat masuknya virus.

“Kayu putih punya senyawa 1,8 sineol yang bisa menghambat atau membunuh virus,” tutur Berry kepada Kompas.com, Minggu (5/7/2020).

Kemampuan kayu putih untuk membunuh virus, lanjutnya, tidak diragukan lagi.

Ilustrasi mutasi Virus Corona
Ilustrasi mutasi Virus Corona (SHUTTERSTOCK/Polina Tomtosova)

Senyawa 1,8 sineol merupakan senyawa yang bisa menguap (volatile) maka dari itulah digunakan dalam bentuk kalung.

Namun sejauh ini, penelitian yang dilakukan oleh Kementan belum diaplikasikan pada virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19.

“Eksperimen in vitro sudah dilakukan namun bukan dengan virus SARS-CoV-2, melainkan virus corona lain. Itulah kelemahannya, belum ada eksperimen in vivo yang dilakukan terhadap SARS-CoV-2,” paparnya.

Apa Kata WHO Virus Corona Secara Global Capai Angka 11 Juta Kasus

Dengan eksperimen in vitro saja, menurut Berry, banyak senyawa lain yang bisa membunuh virus. Herbal lainnya seperti kunyit dan jahe pun bisa membunuh virus.

“Kalau salah dikomunikasikan ke publik, ini bahaya. Publik bisa menyangka kalung aromaterapi itu membunuh secara ilmiah virus di saluran pernapasan,” tambahnya.

Komunikasi yang benar Terkait hal itu, Berry menyebutkan bahwa Kementan atau pihak yang berkepentingan harus bisa mengkomunikasikan produk kalung aromaterapi dengan benar.

“Kalau komunikasinya salah, bisa bahaya untuk publik. Komunikasinya harus benar, bahwa kalung aromaterapi itu bisa membantu untuk mencegah penularan virus termasuk SARS-CoV-2. Jangan disebut sebagai obat corona, atau anticorona,” paparnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved