Breaking News:

Bangkitkan UMKM yang Terdampak Pandemi Virus Corona, Ini Strategi Pemkot Yogyakarta

Bangkitkan UMKM yang Terdampak Pandemi Virus Corona, Ini Strategi Pemkot Yogyakarta

Istimewa
Nur Herwiyanti, Pemilik Usaha Drum Band Marching Pose di Jalan Golo UH V Nomor 896, Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta yang kini beralih usaha pembuatan face shield. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta siapkan strategi untuk membangkitkan UMKM di Kota Yogyakarta yang terdampak pandemi virus corona.

Kabid Usaha Kecil Mikro Diskop, UKM, Nakertrans Kota Yogyakarta, Rihari Wulandari mengatakan pihaknya memberikan pendampingan kepada UMKM untuk berinovasi, berkreasi, dan memproduksi barang-barang yang dibutuhkan masyarakat. Misalnya membuat olahan makanan, hand sanitizer, masker, APD, hingga sarung tangan.

Pihaknya juga bekerja sama dengan market place untuk kegiatan penjualan dan pemasaran hasil produksi UMKM.

Termasuk juga membuatkan katalog untuk UMKM. Melalui katalog tersebut masyarakat dapat membeli produk UMKM dari rumah, sebab sudah tertera gambar, harga, narahubung, dan alamat.

Selain tiga langkah di atas, pihaknya tengah mengupayakan agar UMKM bisa mendisplay produknya di mall.

"Kami juga menjajaki beberapa mall, agar bisa membantu UMKM. Sudah ada dua mall yang sanggup, Galeria dan Lippo.

Sebenarnya tawaran sudah masuk sejak lebaran kemarin, tetapi kami tunda karena temen-temen UMKM kan masih bingung setelah COVID-19.

Tapi kemudian kemarin kami tawarkan, ternyata setuju," katanya, Jumat (03/07/2020).

3.987 KK di DIY Belum Tersentuh Bansos, Ditargetkan Terima Bantuan Minggu Depan

UPDATE 3 Juli Sore Data Kasus Baru Virus Corona di Jatim, DKI Jakarta, Jateng hingga DIY

Ia melanjutkan pihak mall akan memberikan stand khusus untuk UMKM, sehingga pelaku UMKM bisa langsung berinteraksi dengan pembeli.

"Nanti sistemnya bagi hasil. Tetapi bagi hasilnya seperti apa masih kita rapatkan dengan manajemen mall. Kalau pelaku UMKM harus menyewa kan tidak mampu. Ada tiga yang kami upayakan bisa masuk mall, fashion, craft, dan kuliner,"lanjutnya.

Ada sekitar 26.000 UMKM di Kota Yogyakarta, namun baru 4.500 yang memiliki Izin Usaha Mikro (IUM). Dari pendataan yang dilakukan, ada 1.450 yang mengisi form terdampak COVID-19.

Pada masa pandemi COVID-19, banyak UMKM yang memilih untuk beralih produksi. Ia mencatat ada sekitar 9 UMKM yang beralih ke produksi APD, masker, dan hand sanitizer. Ada pula yang beralih ke produksi makanan olahan, sekitar 100 UMKM. (Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved