Kementrian Perdagangan Gelontorkan Bantuan untuk 7 Pasar Rakyat di DIY
Adapun total pasar rakyat yang dibantu melalui bantuan ini sejumlah 157 pasar dengan total anggaran sejumlah Rp 5,4miliar
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Program Kementerian Perdagangan (Kemendag) Peduli telah melakukan penyaluran bantuan di beberapa provinsi mulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan yang terbaru di DIY pada Kamis (2/7/2020).
Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Agus Suparmanto, beserta rombongan menyerahkan bantuan secara simbolis berupa uang sebesar Rp 150 juta, sejumlah APD, serta alat dan sarana penanggulangan Covid-19 di pasar rakyat.
Adapun total pasar rakyat yang dibantu melalui bantuan ini sejumlah 157 pasar dengan total anggaran sejumlah Rp 5,4miliar.
Dari 157 pasar, 7 di antaranya adalah pasar rakyat di DIY.
"Pemerintah saat ini fokus di sektor ekonomi. Wabah menghentikan sebagian besar aktivitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi 2020 diprediksi melambat. Sebelum Covid-19 proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,3 persen. Namun realisasinya menurun 2,9 persen pada kuartal pertama," bebernya, saat memberikan sambutan di Gedung Pracimasana Kompleks Kepatihan, Kamis (2/7/2020).
• BREAKING NEWS : Menteri Perdagangan Agus Suparmanto Temui Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kepatihan
Covid-19, lanjutnya, memaksa banyak perusahaan menutup usaha sehingga karyawan dirumahkan, bahkan di-PHK akibat operasional berhenti total.
"Dampak selanjutnya penurunan daya beli masyarakat yang bisa meningkatkan pengangguran dan kemiskinan. Juga berdampak pada usaha kecil contoh di pasar. Jumlah pedagang bisa turun 29 persen, omzet rata-rata turun sebesar 39-70 persen. Untuk itulah Kemendag mendorong terus beroperasi pasar rakyat dengan mengedepankan protokol kesehatan," urainya.
Pada era new normal, lanjutnya, semua elemen bidang perdagangan tengah bersiap.
Kemendag telah menyusun strategi aktivitas perdagangan menjadi tatanan kehidupan baru.
Strategi diawali langkah utama koordinasi denhan kementerian, lembaga, pemda, dan pelaku bisnis menyusun SOP protokol kesehatan.
Selanjutnya, Agus menyebut bahwa tahapan yang dilakukan yakni memberikan sosialisasi dan edukasi masyarakat dan menata aktivitas perdagangan.
"Strategi ini juga dilakukan dengan membuka aktivitas perdagangan secara bertahap, dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pembatasnya jam dan jumlah kapasitas operasional, pengaturan jumlah kunjungan, dan pembatasan waktu sirkulasi pengunjung, serta menyusun SOP di tempat perdagangan melalui mitigasi risiko. Tahapan lima fase tergantung kerentanan," ucapnya.
Agus mengatakan, untuk memperkuat pembukaan aktivitas perdagangan, Kemendag telah mengirimkan seluruh Gubernur/Wali Kota melalui SE Mendag 12/2020 pada 28 Mei 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan di Sektor Perdagangan.
"Kami bersyukur selama pandemi ini Pemda DIY telah sigap mengambil langkah mitigasi yang tepat hingga penyaluran bansos kepada warga terdampak Covid-19. Ritme kegiatan yang cepat, beragam, dan berkelanjutan tidak mudah dilaksanakan tanpa kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Kami mengapresiasi langkah beliau dalam mengajak secara masif masyarakat mengonsumsi produk UMKM di Yogya," pungkasnya.
• Mendag Agus Suparmanto Angkat Suara soal Pasar Jadi Sumber Penularan Covid-19 hingga Isu Reshuffle
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mendag-di-kepatihan-yogyakarta.jpg)