Update Corona di DI Yogyakarta
Tak Ada Zona Merah di Sleman
Berdasarkan peta epidemiologi Covid-19 yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Sleman pada 28 Juni kemarin, tak ada lagi zona merah di Kabupaten Sleman.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Berdasarkan peta epidemiologi Covid-19 yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Sleman pada 28 Juni kemarin, tak ada lagi zona merah di Kabupaten Sleman.
Sedangkan satu-satunya zona hijau di Sleman yakni Kecamatan Cangkringan.
Berdasarkan data terbaru peta epidemiologi Covid-19, terdapat empat kecamatan yakni Gamping, Mlati, Depok dan Ngemplak yang sebelumnya masuk zona merah sudah turun status.
Kecamatan Gamping, Mlati dan Depok saat ini berstatus zona oranye, dan Ngemplak dari berstatus merah menjadi zona kuning.
• BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 1 Juli 2020, Positif Bertambah 1 Kasus
Adapun kecamatan yang berstatus zona oranye meliputi Kecamatan Sleman, Prambanan, Ngaglik dan Godean.
Sementara untuk kecamatan yang berstatus zona kuning, selain Ngemplak yakni kecamatan Tempel, Turi, Pakem, Berbah, Kalasan, Moyudan, Minggir, Seyegan.
"Itu kondisi per tanggal 28 Juni, berdasarkan pemantauan terakhir dari setiap puskesmas, turunnya laporan OTG yang memeriksakan diri, tapi tiap hari tetap pendataan," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi saat dikonformasi Selasa (30/6/2020) kemarin.
Evie menjelaskan bahwa zona merah bisa turun menjadi oranye jika dari kasus terakhir di generasi tersebut tidak menularkan ke generasi berikutnya.
Sedangkan untuk kategori zona merah jika ada tranmisi lokal sesuai perpu, yaitu generasi dua ke generasi tiga yang secara epidemiologi bisa dibuktikan.
Hal itu dibenarkan olah Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo.
Ia menjelaskan bahwa satu wilayah masuk zona merah dalam satu bulan terakhir terdapat penularan setempat (transmisi lokal).
• Inilah Zona Hijau, Kuning, Oranye Covid-19 Wilayah Sleman, Tak Ada Zona Merah
"Tetapi di Sleman dalam sebulan terakhir ini tidak ada transmisi lokal, kasus baru merupakan pelaku perjalanan," terangnya.
Ia menjelaskan, daerah yang sebelumnya berzona merah adalah Tegalsari wedomartani (Ngemplak), Karangbajang Tlogoadi (Mlati), Jitengan Balecatur (Gamping) maupun Manggung caturtunggal (Depok),
"Di wilayah tersebut sudah lebih dari sebulan tidak ada laporan penularan, sehingga naik menjadi oranye," ujarnya.
Joko menjelaskan bahwa peta epidemiologi tersebut bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan kasus Covid-19.
Maka dari itu, ia terus mengingatkan kepada masyarakat agar tetep menerapkan protokol kesehatan.
Menjaga jarak, memakai masker dan menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS). (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-update-corona-di-daerah-istimewa-yogyakarta.jpg)