Kota Yogyakarta

TMMD Tahap II 2020 Dilaksanakan dengan Protokol Covid-19

Pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) diharapkan tidak hanya membangun aspek fisik dan non fisik di tengah masyarakat, namun para prajur

TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker
Kodim 0734 Yogyakarta melangsungkan TMMD Sengkuyung tahap II 2020, Selasa (30/6/2020) di Kelurahan Ngampilan, Yogyakarta dengan mengacu pada protokol kesehatan Covid-19. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) diharapkan tidak hanya membangun aspek fisik dan non fisik di tengah masyarakat, namun para prajurit TNI yang berpartisipasi diminta untuk ikut pula merasakan permasalahan masyarakat dari dekat dan menghadirkan solusi .

Hal itu disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0734 Yogyakarta, Kolonel Arh Zaenudin saat pembukaan TMMD Sengkuyung tahap II 2020, Selasa (30/6/2020) di Kelurahan Ngampilan, Yogyakarta.

Ikut serta calon Dandim baru, Kolonel Arm Tejo Widhuro, Walikota Yogyakarta, Kapolresta Yogyakarta, dan sejumlah pejabat lainnya.

Kolonel Arh Zaenudin menyampaikan, kegiatan tersebut akan dilangsungkan selama 30 hari ke depan dengan menyentuh sejumlah proyek fisik dan non fisik di masyarakat setempat.

"Akan ada proyek pengerjaan talut, bedah rumah, dan berbagai sosialisasi lain di masyarakat termasuk pada pencegahan Covid-19," ujar dia.

Dandim 0734/Yogyakarta Serahkan Hasil Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap I di Kelurahan Pandeyan

Pada kesempatan itu, Dandim menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan Pemkot Yogyakarta karena masih memberikan kesempatan untuk menghadiri secara langsung pembukaan TMMD di akhir masa jabatannya.

"Saya juga minta doa restu untuk melaksanakan tugas dan pendidikan, semoga silaturahmi bisa terus terjaga dan komunikasi terus terjalin," imbuhnya.

Dia menambahkan, keterlibatan prajurit TNI dalam kegiatan TMMD diharapkan mampu memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat, terlebih dalam suasana Covid-19 seperti sekarang.

"Walaupun di tengah suasana pandemi ya, tapi kita tetap mesti produktif, kerja tapi tetap mematuhi protokol kesehatan," kata Dandim.

Sementara Haryadi Suyuti menyatakan, pelaksanaan TMMD dilakukan dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan.

Pihaknya melibatkan instansi kesehatan seperti Puskesmas untuk memonitor kesehatan para pekerja dan prajurit yang terlibat.

"Nanti protap pelaksanaannya tetap pada protokol kesehatan. Bisa pula dilakukan pembatasan jam kerja dan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. Bukan hanya pada kebiasaan mencuci tangan tapi secara menyeluruh supaya lebih aman," pungkas dia. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved