Bantul

Nakes Penanganan Covid-19 di Bantul Belum Menerima Insentif dari Pemerintah Pusat

Insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) yang berada di garda depan penanganan Covid-19 di RSUD Panembahan Senopati Bantul tak kunjung turun.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) yang berada di garda depan penanganan Covid-19 di RSUD Panembahan Senopati Bantul tak kunjung turun.

Padahal, insentif sudah dijanjikan pemerintah pusat, sejak virus corona mulai mewabah di seantero tanah air.

Humas RSUD Panembahan Senopati, Siti Rahayuningsih mengatakan, pihaknya telah mengajukan pencairan insentif tersebut pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Namun, sampai sejauh ini, rumah sakit plat merah itu belum juga mendapat konfirmasi dari yang bersangkutan.

"Belum cair, kita sudah usulkan, tapi belum ada yang cair. Yang kita usulkan itu kan selama tiga bulan. Jadi, rata-rata Rp 1,5 miliar, sampai Rp 2 miliar. Sampai sejauh ini belum ada konfirmasi dari pusat ya," terangnya, saat dikonfirmasi pada Selasa (30/6/2020).

Pemkab Bantul Penuhi Target, Sehari Tembus 4.024 Akseptor KB

Siti pun berujar, terdapat 200 nakes di RSUD Panembahan Senopati, meliputi dokter, hingga perawat, yang bertugas menangani pasien Covid-19.

Menurutnya, petugas yang ditunjuk itu, mengemban tugas jaga, entah di Instalasi Gawat Darurat, atau ruang perawatan Covid-19.

Walau begitu, ia mengungkapkan, kinerja nakes di rumah sakitnya sama sekali tidak terpengaruh dengan insentif yang tak kunjung turun itu.

Akan tetapi, pihaknya tetap berharap, supaya insentif yang sudah dijanjikan oleh pemerintah pusat, bisa segera direalisasikan.

"Teman-teman nakes tetap kerja seperti biasa ya, selalu pegang komitmen untuk penamganan Covid-19. Jadi, itu tidak terlalu dipikirkan. Kalau berharap, ya wajar. Tetapi, ketika on duty, kerja, tetap tidak menurunkan kualitas pelayanannya," terang Siti.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja pun membenarkan problem belum turunnya dana dari pemerintah pusat itu.

Menurutnya, kondisi nakes di Bumi Projotamansari saat ini senasib dengan nakes di daerah lain, yang juga belum menerima insentif.

"Ya, di Bantul juga sama, masih proses, terutama untuk insentif dari Kemenkes. Yang jelas, itu sudah kita ajukan, kita lakukan verifikasi, sudah kita sampaikan. Kita masih menunggu proses berikutnya," cetusnya.

12 Pedagang Reaktif Rapid Test, Pemkab Siap Tutup Pasar Bantul Jika Ada yang Positif Covid-19

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyoroti program insentif nakes yang dijanjikan pemerintah. Ia meminta agar pencairannya bisa dipercepat.

Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di Indonesia itu, saat mebuka rapat terbatas di Jakarta, Senin (29/6/2020) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi tampak geram dan mengaku tidak ingin mendengar keluhan dari tenaga medis, mengenai pencairan insentif, maupun dana santunan untuk nakes yang meninggal dunia.

Dirinya juga memerintahkan Menkes, agar memangkas prosedur yang berbelit.

"Saya minta supaya pembayaran reimbursement untuk pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan Covid-19 ini dipercepat pencairannya. Jangan sampai ada keluhan," tegasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved