Kenali Perbedaan Bakteri dan Virus, Pola Penyebaran serta Cara Pencegahannya
Bakteri dan virus memang terkesan sama, tapi sebenarnya kedua mikroba tersebut sebenarnya berbeda.
Salah satu infeksi virus yang paling sering muncul adalah pilek, disebabkan oleh rhinovirus.
Gejalanya berpusat di sekitar kepala, dada dan termasuk sakit tenggorokan, bersin, serta batuk.
Lalu flu yang disebabkan oleh virus influenza, gejalanya meliputi demam, batuk, dan nyeri.
Serta Covid-19 yang disebabkan virus SARS-CoV-2, dengan gejala demam, batuk, dan sesak napas.
Cara Mencegah Penyebaran Bakteri dan Virus
Terlepas dari perbedaan keduanya, bakteri dan virus sama-sama rentan terhadap sabun dan pembersih tangan.
Sabun dan air adalah pertahanan lini pertama.
Tapi jika kamu tidak memiliki akses ke sabun dan air, gunakan pembersih tangan yang mengandung alkohol setidaknya 60 persen.
Penelitian telah membuktikan, bahwa mencuci tangan dengan tepat akan mengurangi jumlah bakteri dan virus karena dapat membunuh dan menghilangkan keduanya dari kulit.
Cuci tangan yang baik adalah menggunakan sabun selama 20 detik dan membislasnya di air mengalir.
Sering-seirnglah cuci tangan setelah menyentuh permukaan benda, seperti ATM, tombol lift, dan pegangan tangga.
Setelah mencuci tangan, protokol kesehatan lainnya juga penting, seperti menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin.
Karena tetesan cairan (droplet) yang keluar bisa mengandung virus dan bakteri.
Jika sedang sakit, tinggalah di rumah dan jauhi orang lain untuk menghindari potensi penularan virus atau bakteri.
Selain itu, penting untuk tidak sering-sering menyentuh wajah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ciri-dan-gejala-virus-corona.jpg)