Update Corona di DI Yogyakarta

BREAKINGNEWS : Tambahan 1 Kasus Positif Covid-19 di DIY

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan kasus baru tercatat sebagai kasus 294 yang merupakan laki-laki usia 42

Tayang:
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Shutterstock via kompas.com
Ilustrasi virus corona 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY mengumumkan tambahan 1 kasus baru Covid-19 pada 24 Juni 2020 dari total pemeriksaan sebanyak 142 sampel.

Satu kasus baru ini merupakan kasus impor.

Penambahan ini membuat total kasus positif Covid-19 di DIY menjadi 292 kasus.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan kasus baru tercatat sebagai kasus 294 yang merupakan laki-laki usia 42 tahun asal Sleman.

"Riwayat perjalanan dari Jakarta," ucapnya, Rabu (24/6/2020).

Seperti Pendatang, Mahasiswa Wajib Membawa Surat Sehat dan Isolasi Mandiri

Selanjutnya, untuk kasus positif yang dilaporkan sembuh, dengan hasil laboratorium 2 kali negatif secara berturut-turut, bertambah 4 orang.

Ini membuat jumlah kasus positif Covid-19 di DIY yang dinyatakan sembuh menjadi 242 kasus.

Kasus sembuh tersebut adalah kasus 217 perempuan usia 35 tahun warga Gunungkidul, kasus 283 laki-laki usia 40 tahun warga Sleman, kasus 288 laki-laki usia 36 tahub warga Sleman, dan kasus 289 laki-laki usia 36 tahun warga Kota Yogya.

"Laporan PDP meninggal dalam proses laboratorium dan belum swab yakni perempuan usia 57 tahun warga Bantul dengan riwayat sakit hipertensi," ucapnya.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan bahwa mobilitas warga akhir-akhir ini terbilang tinggi dibandingkan pada bulan-bulan pertama pandemi ini melanda berbagai wilayah dunia, juga Indonesia.

"Meski transportasi diperketat, ada beberapa orang yang membawa atau impor sakit ke DIY. Baik orang datang atau orang DIY pergi luar kota dan mendapatkan (membawa) Covid-19. Yang dilakukan supaya warga masyarakat betul-betul menjaga bagaimana terhindar Covid-19, terutama kunjungan ke daerah kasus Covid-19 tinggi karena kebutuhan melakukan perjalanan makin tinggi sehingga bisa terkena di tempat kunjungan," pesannya.

Tips Memilih Masker untuk Olahraga Ketika Pandemi Corona

Ia menambahkan, upaya melakukan tes Covid-19 di DIY baik melalui rapid test maupun swab semakin massif dilakukan.

"Meski kemarin (kasus) menurun, tapi kewaspadaan tidak dikurangi sehingga kalau ada temuan, ada tes. Kalau kendor tidak ada temuan positif," ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan pendapatnya ketika disinggung mengenai trend kasus positif Covid-19 di DIY yang merupakan kasus impor.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved