Inilah Alasan Mengapa Harga Sepeda Lipat Brompton Mahal . . .

Keistimewaannya sebagai sepeda lipat buatan tangan asal London, Inggris, menempatkan sepeda tersebut di kasta tersendiri.

Editor: Rina Eviana
Shutterstock
Sepeda Brompton 

Kendati demikian, tentang lonjakan harga "gila-gilaan" yang saat ini terjadi, Reza menyebut, pedagangnya biasanya bukan pedagang asli yang biasa menjual Brompton.

"Mereka pedagang Brompton yang memanfaatkan momen. Biasanya, mereka punya banyak duit, borong barang di luar negeri, terus masuk ke Indonesia," sebut dia.

"(Calon) pembeli Brompton tidak sabar, mereka ingin ikut touring tapi Brompton-nya enggak ada. Jadi akhirnya beli dengan harga berapa pun," kata Reza.

Orang Rela Beli Sepeda Brompton Rp200 Juta, Latah atau Gangguan Jiwa?

Menurut Reza, para penjual itulah yang memanfaatkan kondisi kekosongan barang, dan menjual dengan harga selangit.

Hal ini pernah terjadi di pertengahan tahun 2019 lalu. Saat ini, pasokan Brompton kosong dan peminatnya banyak.

"Tapi, setelah ada pasokan, sekitar satu bulanan, harga kembali normal," sebutnya.

Namun, kondisi krisis akibat pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini, menjadikan kondisi sulit diprediksi.

"Kondisi pandemi sekarang, pengiriman barang tidak senormal biasanya. Terutama barang dari Inggris," ucap Reza.

"Tahun lalu, dalam sebulan, bisa dua kali pengiriman barang. Tapi sekarang pengiriman terlambat. Saya terakhir dapat barang bulan Maret-April," kata dia.

Video Viral Rombongan Pesepeda di Semarang Masuk Kafe Bawa Sepedanya, Goweser : Ini Brompton Lo Mas

"Sekarang pun gak ada barang yang bisa saya jual," sambungnya. Reza mengaku bisa saja mengikuti tren untuk menjual dengan harga mahal saat memiliki barang, tapi dia tak sampai hati.

 "Kalau pedagang asli seperti saya enggak tega, kasihan orang yang pengen," sebut dia. "Kalau pedagang asli, kami biasanya menaikkan harga 10-15 persen, enggak mungkin kami jual dua kali lipat," sambung Reza.

M6R House Red - 6 speed
M6R House Red - 6 speed (us.brompton.com)

"Kan kasihan beli Brompton mahal banget, terus 1-2 bulan harganya normal lagi."  Reza mengaku pernah menjual Brompton dengan harga paling mahal Rp 45 juta.

"Itu pun karena sepedanya udah saya upgrade," sebut dia.

Cerita Lucu Pesepeda Naik Sepeda Brompton Mahal Disangka KREUZ Made in Bandung

Reza mengaku masuk ke bisnis Brompton bukan semata-mata ingin berjualan sepeda, tapi ingin membangun relasi.

"Karena yang beli Brompton berasal dari kelas menengah ke atas dan berbagai kalangan. Jadi lewat Brompton saya banyak relasi, ilmu dari berbagai customer, dan lain-lain," kata dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved