Inilah Alasan Mengapa Harga Sepeda Lipat Brompton Mahal . . .

Keistimewaannya sebagai sepeda lipat buatan tangan asal London, Inggris, menempatkan sepeda tersebut di kasta tersendiri.

Editor: Rina Eviana
Shutterstock
Sepeda Brompton 

TRIBUNJOGJA.COM - Bagi pencinta sepeda, apalagi sepeda lipat pasti tak asing dengan nama Sepeda Brompton.

Sepeda Brompton di Indonesia beberapa waktu silam pun pernah jadi buah bibir lantaran kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda tersebut oleh petinggi Garuda Indonesia di dalam maskapai pelat merah itu.

Ya Sepeda Brompton memang tak pernah dikenal sebagai sepeda murah.

Sepeda lipat Brompton Explore
Sepeda lipat Brompton Explore (Brompton)

Keistimewaannya sebagai sepeda lipat buatan tangan asal London, Inggris, menempatkan sepeda tersebut di kasta tersendiri.

Perusahaan yang didirikan oleh Andrew Ritchie dengan kreasi sepeda lipat pertamanya di sekitar tahun 1979 ini, tak pernah secara resmi masuk ke Indonesia.

Dampaknya, dalam keadaan normal pun, sepeda ini menjadi lebih sulit didapat dibandingkan sepeda lainnya.

Harganya pun tentu saja menjadi lebih tinggi, karena harus menghitung beban biaya pengiriman, pajak, dan juga laba bagi si penjualnya.

Perkenalkan, Ini KREUZ Sepeda Brompton Made in Bandung yang Laris Manis. . .

Namun, apa yang terjadi belakangan ini di Indonesia sudah terhitung luar biasa.

Reza Thaa, seorang penikmat Brompton asal Yogyakarta, yang juga melakukan bisnis jual beli Brompton mengungkapkan pendapatnya kepada Kompas.com.

"Biasanya, harga basic color di Jakarta Rp 32-35 juta, sedangkan yang special color Rp 35 juta-Rp 37 juta."

"Tapi, sekarang harga warna basic mencapai Rp 40 juta-50 juta, yang special color Rp 60 juta," kata Reza dalam perbincangan dengan Kompas.com, Senin (22/6/2020).

Menurut dia, fenomena yang terjadi saat ini cuma karena keterlambatan pengiriman, sehingga barang susah didapat. Baca juga: Beli Brompton Harga Rp 200 Juta, Gangguan Jiwa?

"Ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Tapi negara lainnya seperti Singapura, Malaysia, bahkan Jepang sekalipun lagi kosong."

"Karena barangnya kosong, sedangkan permintaan membeludak, jadi harganya melambung," kata Reza.

Harga "gila-gilaan"

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menunjukkan kepada awak media onderdil atau suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal yang diselundupkan di pesawat baru milik Maskapai Garuda Indonesia berjenis Airbus A330-900 NEO di Jakarta, Kamis (5/11/2019).
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menunjukkan kepada awak media onderdil atau suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal yang diselundupkan di pesawat baru milik Maskapai Garuda Indonesia berjenis Airbus A330-900 NEO di Jakarta, Kamis (5/11/2019). (KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA)
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved