Breaking News:

Ini Penjelasan Lengkap Wakil Wali Kota Yogya Soal Penerapan Lima Zona di Malioboro

Ini Penjelasan Lengkap Wakil Wali Kota Yogya Soal Penerapan Lima Zona di Malioboro

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Maruti Asmaul Husna
Cek poin pemeriksaan wisatawan di kawasan Malioboro 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta berencana untuk menerapkan pembatasan pada pengunjung di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta untuk mencegah penularan Covid-19.

Ada lima zonasi yang disiapkan dengan jumlah maksimal pengunjung sebanyak 2.500 orang dalam satu waktu.

Lima zona di Malioboro yang telah disiapkan terdiri atas zona pertama dari Grand Inna Garuda Hotel sampai Malioboro Mall.

Selanjutnya zona kedua Malioboro Mal sampai Hotel Mutiara, zona ketiga dari halte Trans Jogja sampai Suryatmajan.

Zona empat dimulai dari Suryatmajan sampai dengan Pabringan dan terakhir dari Pabringan hingga Titik Nol.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan, banyak kalangan masyarakat yang masih keliru terkait rencana pembatasan pengunjung itu dan juga pembagian zona wilayah.

Menurutnya, tujuan pembagian zona dan pembatasan itu adalah untuk mengatur aliran pengunjung dalam satu zona.

Sistem Barcode di Malioboro akan Ditambah Menjadi Lima Zona, Berikut Rincian Lokasinya

Pengunjung Malioboro Dibatasi Tak Lebih 2.500 Orang Selama Masa Transisi

Dia menjelaskan, satu zona akan berlaku dalam satu waktu bagi para pengunjung dan bukan berdasarkan hari, jam, maupun ukuran lain.

Sehingga, ketika pengunjung masuk ke Malioboro dan melakukan scan kode batang (QR Code) otomatis akan tercatat masuk ke dalam satu zona.

"Jadi selama berada dalam zona itu akan tercatat. Begitu masuk zona berikutnya akan scan lagi di zona tersebut, maka kapasitas di zona sebelumnya akan berkurang dan itu tercatat dalam sistem, maka zona sebelumnya bisa dimasuki orang," jelas Heroe Senin (22/6/2020).

Dijelaskan, pembatasan zona tidak akan berlangsung berdasarkan jam maupun waktu per hari namun akan berlangsung setiap saat.

Saat ini, stakeholder terkait terus memastikan bahwa sistem akan berlangsung dengan baik para pengunjung sehingga siap untuk digunakan.

"Yang belum punya smartphone atau belum didukung lewat sistem ini juga akan kita atur bagaimana nantinya dengan petugas yang ada di lapangan," jelas Heroe.

Heroe menegaskan, pada masa percobaan maupun uji coba kawasan wisata di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang pengunjung maupun warga yang berada di sekitar lokasi mesti disiplin dalam menjalankan protokol dan aturan yang ditetapkan.

"Jangan sampai pembukaan tempat wisata maupun fasilitas publik lainnya malah menjadi ancaman.

Karena yang paling penting adalah menciptakan rasa aman bahwa Malioboro telah menciptakan protokol dengan baik, maka orang akan nyaman di Malioboro," ucapnya. (Tribunjogja/Yosef Leon Pinsker)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved