Lima Gaya Hidup yang Mengakibatkan Pria Susah Ereksi

Banyak pria mengalami kesulitan membuat penisnya mengeras saat akan berhubungan seks dan itu tidak selalu diartikan sebagai disfungsi ereksi.

Editor: Rina Eviana
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Umumnya, gagal ereksi dialami oleh pria yang sudah tua. Namun demikian tak jarang pria berusia mudap pun mengalami kesulitan ereksi.

Gagal ereksi di saat kita sudah siap untuk bercinta tentu adalah pengalaman buruk bahkan traumatik.

Namun, ketahuilah banyak pria mengalami kesulitan membuat penisnya mengeras saat akan berhubungan seks dan itu tidak selalu diartikan sebagai disfungsi ereksi.

Ilustrasi
Ilustrasi ()

Umumnya kesulitan ereksi terjadi pada pria yang lebih tua. Tapi banyak juga pria muda menghadapi masalah yang dianggap momok tersebut.

Menurut dokter spesialis urologi Jamin Brahmbhatt, sebagian kesulitan ereksi itu disebabkan oleh psikologis atau lingkungan dan gaya hidup.

Inilah lima alasan yang dapat menjelaskan ketidakmampuan pria untuk ereksi.

1. Terlalu banyak minuman beralkohol

Alkohol adalah depresan pada sistem saraf pusat kita, kata Brahmbhatt. Ini mengurangi aliran darah ke penis, yang dapat mencegah penis mengeras optimal. Minuman beralkohol dalam jumlah yang cukup memang mampu membuat kita merasa rileks dan memudahkan tidur.

Sebagian pria dapat mempunyai performa lebih baik untuk aktivitas di atas kasur dengan sedikit minuman keras. Sayangnya jika diasup berlebihan hal itu justru mencegah kita untuk menyelesaikan seks. Berhubungan seks dengan orang baru Kita merasa cocok dengan satu lawan jenis, namun saat akan memulai hubungan seks, penis kita tampak loyo, begitu pula kepercayaan diri kita.

Brahmbhatt menyebut, kasus tersebut kemungkinan besar disebabkan masalah psikologis.

"Jika kita merasa tidak aman, atau pernah memiliki pengalaman seksual yang buruk di masa lalu, otak kita sulit melepaskan pikiran tersebut saat kita memperoleh kesempatan kembali untuk bercinta," katanya. Di samping itu, tubuh kita secara fisik mungkin mengalami stres tinggi, dan memompa sistem tubuh dengan adrenalin, menghilangkan kemampuan kita untuk ereksi.

2. Stres dan lelah

Ilustrasi
Ilustrasi (IST)

Anggap saja pandemi dan kecemasan ekonomi sebagai beban psikologis terbesar kita saat ini. Namun, kecemasan tentang apa pun dapat menyebabkan kita kehilangan fokus dan berpotensi menyebabkan gairah seks hilang.

"Stres melelahkan kita secara mental dan fisik. Ketika kita stres, tubuh kita mencoba memobilisasi seluruh energi ke organ-organ fungsional utama kita dan penis ada di urutan terakhir," kata Debby Herbenick, Ph.D, profesor di Indiana School of Public Health.

Stres juga dapat meningkatkan kadar kortisol kita. Ini jai masalah karena hormon stres dapat memblokir efek testosteron yang berperan penting dalam fungsi seks pria.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved