Wabah Virus Corona
Hasil Penelitian: Semakin Tinggi Hormon Stres, Risiko Kematian Pasien COVID-19 Kian Besar
Pasien Virus Corona dengan kadar hormon kortisol yang sangat tinggi dalam darahnya cenderung lebih cepat memburuk dan meninggal dunia.
Ia mengatakan, ketika lonjakan pasien COVID-19 terjadi di rumah sakit-rumah sakit London pada tiga bulan lalu, hanya sedikit informasi yang dimiliki untuk bisa melakukan triase, yakni tindakan untuk memilah pasien berdasarkan beratnya kondisi dan kemungkinan untuk hidup.
• Hasil Penelitian Ungkap Orang Tanpa Gejala Jadi Ancaman Penyebaran Virus Corona
Dengan penelitian ini, maka akan menambah informasi yang berpotensi menjadi penanda untuk membantu mengidentifikasi pasien mana yang perlu dirawat dengan segera, dan yang tidak memungkinkan.
"Memiliki indikator awal di mana pasien dapat memburuk lebih cepat akan membantu kami menyediakan tingkat perawatan terbaik secepat mungkin," katanya.
Adapun selama periode penelitian, di bawah 27 persen dari kelompok Covid-19 meninggal dunia, sedangkan pada kelompok non-COVID-19 hanya di bawah 7 persen yang meninggal dunia.
Profesor Dhillo dan timnya berharap temuan mereka ini dapat divalidasi dalam studi klinis skala yang lebih besar.
Penelitian tentang hormon stres memengaruhi risiko kematian pasien Covid-19 ini telah dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology, serta didanai oleh National Institute for Health Research (NIHR) dan Medical Research Council.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi: Hormon Stres Pasien Covid-19 Tinggi, Risiko Kematian Makin Besar"
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi: Hormon Stres Pasien Covid-19 Tinggi, Risiko Kematian Makin Besar"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penanganan-pasien-virus-corona.jpg)