Ciri-ciri, Penyebab dan Cara Mengobati Orang Hiperseks

Pengidap hiperseks, baik wanita maupun pria, umumnya tidak menyadari bahwa dirinya menderita gangguan ini.

Tayang:
Editor: Rina Eviana

-Terus melakukan aktivitas seksual dengan intensitas yang sama tidak berhasil menimbulkan kepuasan.

-Ketika berhenti melakukan aktivitas seks, penderita akan mengalami gangguan psikologis dan fisiologis.

-Penderita harus kembali melakukan aktivitas seksual untuk mengatasi gangguan psikologis atau fisiologis yang dialami.

-Punya keinginan untuk mengendalikan dorongan dan perilaku seksual, tapi selalu gagal untuk menerapkannya.

Kenapa hiperseks bisa terjadi?

Kadar zat kimiawi otak yang terlalu tinggi mungkin berkaitan dengan perilaku seksual kompulsif alias hiperseks. Tidak diketahui dengan jelas apa penyebab hiperseks atau perilaku kecanduan seks. Namun beberapa di bawah ini diduga bisa menjadi pemicunya:

1. Ketidakseimbangan kimiawi otak alami Beberapa zat kimiawi otak atau neurotransmitter, seperti serotonin, dopamine dan norepinefrin, berfungsi mengatur suasana hati. Kadar zat kimiawi otak yang terlalu tinggi mungkin berkaitan dengan perilaku seksual kompulsif alias hiperseks.

2. Perubahan pada jalur-jalur di otak Hiperseks adalah suatu bentuk kecanduan yang lama-kelamaan bisa mengubah sirkuit saraf di otak, terutama pada area otak yang mengatur penguatan dan kenikmatan. Seiring waktu, akan dibutuhkan stimulasi dan konten seksual yang lebih intens untuk mencapai kepuasan.

3. Kondisi medis yang berpengaruh pada otak Beberapa penyakit tertentu bisa merusak bagian otak yang terkait dengan perilaku seksual, misalnya epilepsi dan demensia.

4. Obat-obatan tertentu Penggunaan obat-obatan untuk penyakit tertentu juga bisa menimbulkan efek perilaku seksual kompulsif.

5. Akses konten seksual dan pornografi Mudahnya akses terhadap konten seksual dan pornografi pun dikatakan turut meningkatkan risiko terjadinya gangguan hiperseks.

Orang-orang yang memiliki masalah kecanduan alkohol atau narkoba, mengalami gangguan suasana hati, konflik keluarga, atau pernah mengalami kekerasan seksual juga dikatakan lebih rentan mengidap hiperseks.

Cara menangani hiperseks

Untuk menangani pengidap hiperseks, biasanya diperlukan kombinasi psikoterapi, obat-obatan dan terapi dalam kelompok (support group).

Tujuan dari penanganan adalah membantu pengidap hiperseks supaya mampu mengendalikan dorongan seksual dan mengurangi perilaku seksual yang berlebihan. Untuk memastikan diagnosis, bujuklah penderita agar mau menjalani pemeriksaan dari dokter spesialis jiwa maupun psikolog.

Ini dapat membantu kita lebih bijak dalam mengendalikan nafsu seks.

Dukungan dari keluarga dan orang terdekat akan membantu penderita untuk berkomitmen dalam menjalani penanganan hiperseks agar bisa menuju kesembuhan.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ciri-ciri Orang Hiperseks, Apakah Sama dengan Libido Tinggi?"

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ciri-ciri Orang Hiperseks, Apakah Sama dengan Libido Tinggi?"

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved