Breaking News:

APD Produksi BLK Sleman Disalurkan Hingga Pekalongan

Alat Pelindung Diri Produksi Balai Latihan Kerja Sleman Disalurkan Hingga Pekalongan

Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
Grid.id
Cara Mencuci Masker Kain yang Tepat 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Peserta pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) Sleman terus produktif di masa pandemi Covid-19 dengan memproduksi alat pelindung diri.

Hasil produksi APD dari para peserta pelatihan BLK Sleman ini kemudian disalurkan ke berbagai pihak.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman Sutiasih saat diwawancarai belum lama ini mengatakan bahwa siswa pelatihan mampu membuat masker dan baju APD.

"Mereka yang awalnya menganggur karena dirumahkan, kehilangan order akibat pandemi Covid-19, tapi memiliki keahlian untuk menjahit dan alumni BLK, dilibatkan dalam kegiatan ini," katanya.

Dikarenakan ada pandemi Covid-19 maka pelatihan siswa BLK dilakukan secara mandiri dengan panduan secara online.

Bahan pelatihan diantar ke masing-masing rumah peserta dan hasil produksinya juga akan diambil oleh petugas. 

APD yang diproduksi di antaranya di salurkan ke Dinas Kesehatan Sleman sebanyak 170 buah, Dinas Kesehatan Pekalongan sebanyak 300 hazmat serta Satpol PP dan Dinas Kesehatan Sleman masing-masing 100 unit.

Pemilik Kos Wajibkan Mahasiswa atau Perantau yang Kembali ke Yogya Bawa Surat Rapid Test

DPRD Kota Yogyakarta Dukung Penutupan Pasar Kranggan, Minta Protokol Kesehatan Diperketat

Ia berharap agar APD yang diproduksi siswa BLK ini bisa dimanfaatkan oleh masing-masing dinas.  

Terkait penyaluran bantuan bagi Dinkes Pekalongan, Sutiasih mengungkapkan bahwa ini bentuk tanggung jawab yang dilakukan BLK untuk bisa saling mendukung.

Terlebih BLK Pekalongan tidak mendapatkan alokasi pelatihan dari APBN seperti di Sleman. Ia menyatakan tidak semua BLK mendapat bantuan dari APBN. Maka dari itu Dinkes Pekalongan mengajukan permintaan ke BLK Sleman.  

Sementara itu, Kepala UPTD Balai Latihan Kerja, Disnaker Sleman, Rina Pandu Pertiwi mengungkapkan untuk angkatan kedua ini terdiri dari 80 peserta termasuk dari kalangan disabilitas.

Pelatihan diberikan selama 10 hari dengan menekankan physical distancing.

"Pembuatan pakaian hazmat dan APD dari kain drill merupakan pengalaman pertama yang diproduksi BLK Sleman. APD yang berbahan kain drill bisa dipakai berkali-kali tapi produksinya cukup rumit dan biayanya mahal," ungkapnya.  (Tribunjogja/Santo Ari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved