Bisnis

Standarisasi Produk Menjadi Kendala Ekspor di Indonesia

Kepala Seksi Fasilitasi Ekspor dan Impor Disperindag DIY, Theresia Sumartini mengatakan, kendala teknis dari negara-negara luar terkait dengan pengama

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Ilustrasi ekspor 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kendala dari ekspor yang dialami Indonesia satu diantaranya yaitu dari standarisasi produk.

Kepala Seksi Fasilitasi Ekspor dan Impor Disperindag DIY, Theresia Sumartini mengatakan, kendala teknis dari negara-negara luar terkait dengan pengamanan perdagangan masing-masing negara.

"Biasanya terkait pengamanan perdagangan dalam negerinya mereka dengan standarisasi barang," ucapnya saat ditemui TribunJogja.com di ruang kerjanya Kamis (11/6/2020).

Nilai Ekspor Produk DIY Alami Penurunan pada Periode Maret-April 2020

Apalagi eksportir yang menengah ke bawah biayanya juga tidak murah.

"Kadangkala di Eropa itu, setiap asosiasi mungkin bisa membuat standarisasi. Istilahnya barang dari luar boleh masuk apabila ada sertifikasi. Dan setiap sertifikasi harganya tidak murah," tutur Theresia.

Menurutnya setiap pelaku usaha memiliki kendalanya sendiri-sendiri tergantung dari tingkatan atau jenis dari pelaku usaha tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan, usaha kecil lebih banyak lagi kendalanya untuk ekspor.

Selain untuk memenuhi sertifikasi dan kadangkala legalitasnya.

Ekspor Industri Pengolahan Alami Surplus pada Periode Januari-April 2020

"Namanya perdagangan internasional berbeda dengan perdagangan dalam negeri. Pasti kendalanya banyak terutama dari sisi aturan masing-masing negara berbeda," katanya.

"Setiap perusahaan yang ekspornya lebih dari 1 negara, dia juga harus memenuhi standarisasi persyaratan dari negara yang dituju," sambung Theresia.

Namun hal tersebut bisa dianggap sebagai kendala, bisa juga dianggap sebagai tantangan tergantung dilihat dari sudut pandangnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved