Bisnis

Nilai Ekspor Produk DIY Alami Penurunan pada Periode Maret-April 2020

Disperindag Yogyakarta mencatat nilai ekspor produk Yogyakarta pada periode Maret-April 2020 mengalami penurunan.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Kepala Seksi Fasilitasi Ekspor dan Impor Disperindag DIY, Theresia sumartini 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY mencatat nilai ekspor produk Yogyakarta pada periode Maret-April 2020 mengalami penurunan.

Kepala Seksi Fasilitasi Ekspor dan Impor Disperindag DIY, Theresia sumartini (47) mengatakan, memasuki awal triwulan kedua nilai ekspor mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Penurunan terjadi hampir 8,8 persen (dihitung dalam tahunan). Di mana pada Maret 2020 nilai ekspor mencapai US$34,7 juta. Sedangkan nilai ekspor April 2020 hanya US$ 31,7 juta," jelas Theresia kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Rabu (03/06/2020).

Adapun, produk yang mengalami penurunan permintaan paling signifikan pada komoditas pakaian jadi tekstil.

Ekspor Industri Pengolahan Alami Surplus pada Periode Januari-April 2020

Penurunan permintaan mengalami kontraksi hingga -11,67 persen.

Namun, permintaan meningkat pada komoditas yang sebelumnya tidak banyak peminat seperti papan kemas.

Produk papan kemas mengalami suprlus hingga 5,44 persen.

"Permintaan tertinggi masih pada produk kesehatan senilai US$576,47 juta. Disusul dengan produk papan kemas senilai US$532,56 juta yang awalnya sedikit sekali permintaannya," tutur Theresia.

Menurut Theresia, penurunan nilai ekspor memasuki triwulan kedua tidak lepas akibat dampak pandemi yang berkepanjangan.

Halaman
12
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved