Iran Eksekusi Mati Mousavi Majd, Pria yang Dituduh Sebagai Spionase Mossad dan CIA
Mahmoud Mousavi Majd, dijatuhi hukuman mati oleh Iran atas dugaan aktivitasnya sebagai mata-mata Mossad dan CIA
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, TEHERAN - Mahmoud Mousavi Majd, dijatuhi hukuman mati oleh Iran atas dugaan aktivitasnya sebagai mata-mata Mossad dan CIA. Majd dieksekusi setelah diyakini telah memberikan informasi berharga tentang pergerakan pasukan Al-Quds, Garda Republik Iran, dan terutama pergerakan almarhum Jenderal Qaseem Soleimani.
Media resmi Iran pun menayangkan foto Mahmoud Mousavi Majd pada Kamis (11/6/2020).
Penerbitan foto Majd ini menjadi koreksi atas berita sebelumnya yang memperlihatkan foto Qassem Soleimani, Abu Mahdi al-Muhandis di antara sosok pria bertopi.
Abu Mahdi al-Muhandis mantan Deputi Komandan Hasd al-Shaabi atau Popular Mobilization Unit (PMU), paramiliter Syiah Irak yang terintegrasi ke angkatan bersenjata Irak.
Pria bertopi itu disebut jaringan berita Al Masdar News berbasis di Beirut, Lebanon, sebagai Mouzavi Majd.
Al Masdar News telah memperbarui berita yang dikutip Tribunjogja.com, Rabu (10/6/2020).
Foto Mahmoud Majd dipublikasikan Fars News, edisi bahasa Arab. Al Masdar News mengutip berita dari kantor berita Iran tersebut.
• Iran Hukum Mati Eks Pengawal Qassem Soleimani Karena Terlibat Spionase
• Korea Utara Ancam Ganggu Pilpres Amerika Serikat Jika Masih Campur Tangan Urusan Antar-Korea
Di media sosial, foto pria bertopi itu disebut prajurit Hasd Al-Shaabi.
Ia warga Irak, mujahidin bernama Kharar a-Gharawi, pengawal pribadi Abu Mahdi al-Muhandis.
Sebelumnya diberitakan Tribunjogja.com, mengutip Al Masdar News Network, sebuah foto yang beredar di media sosial Iran memperlihatan sosok agen ganda yang diduga terlibat pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani.
Tapi juru bicara pengadilan Iran, Ghulam Hussein Ismaili, menjelaskan Mahmoud Majd dijatuhi hukuman mati karena berkaitan kejahatan keamanan atas Iran.
"Mahmoud Ismaili Majd memberikan informasi keamanan tentang angkatan bersenjata Iran dan tempat-tempat tinggal serta perjalanan Qassem Soleimani dengan imbalan menerima uang," kata Ghulam.
Media Mazan News Agency, yang berafiliasi dengan pengadilan Iran menambahkan penjelasan lain, mata-mata itu di ada penjara ketika pembunuhan Qassem Soleimani.
“Jadi bukan dia yang memberikan informasi tentang kedatangan Soleimani dan Abu Mahdi al-Mohandis di Bandara Baghdad," tulis pemberitaan media itu.
Meski demikian, diyakini tetap ada keterkaitan antara Majd dengan aksi pembunuhan Qassem yang dilakukan atas perintah Presiden AS Donald Trump.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mahmoud-mouzavi-majd.jpg)