Kota Yogyakarta

Tingkatkan Kembali Daya Beli Masyarakat Sesuai Protokol Kesehatan

Menurunnya harga komoditas bahan pangan pokok di pasar disebabkan oleh menurunnya pembeli ditambah dengan rumah makan yang tutup karena konsumen yang

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menurunnya harga komoditas bahan pangan pokok di pasar disebabkan oleh menurunnya pembeli ditambah dengan rumah makan yang tutup karena konsumen yang ingin membeli makanan di rumah makan menjadi berkurang.

"Kondisi seperti ini membuat animo berbelanja di pasar untuk memenuhi kebutuhan usaha juga berkurang. Sehingga mempengaruhi stok di pasar yang biasanya habis menjadi sisa. Karena takut busuk lebih baik dijual dengan harga tidak sesuai dengan harga normal. Yang penting bisa balik modal," ucap Benedict Cahyo, Kepala Bidang Bimbingan Usaha Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disperindag Kota Yogyakarta Kamis (11/6/2020).

Mendag Agus Suparmanto Sebut Perdagangan Indonesia Masih Stabil pada Triwulan Pertama 2020

Dia mengatakan, namun sejauh ini harga komoditas bahan pangan pokok di Yogyakarta juga masih cukup stabil.

Hanya saja yang masih tinggi harga bawang merah tetapi tidak terlalu tinggi hanya di atas harga normal

Harapannya dengan adanya new normal, nantinya rumah makan mulai buka meskipun dibatasi dan sedikit demi sedikit akan kembali.

Presiden Jokowi Minta Kementrian Perdagangan Buat Terobosan Baru untuk Hadapi Dampak Virus Corona

Selain itu juga dapat menggalakkan animo masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar secara langsung tentunya sesuai dengan protokol kesehatan yang diterapkan di pasar tradisional.

"Problematika di pasar kan pembeli turun banyak. Dengan berupaya menegakkan protokol kesehatan, pembeli menjadi berani dan nyaman untuk berbelanja di pasar. Walaupun juga menyediakan fasilitas belanja daring bagaimanapun budaya masyarakat khususnya di Jogja senangnya kan belanja langsung. Memang melalui online juga ada omzet tapi juga tidak sebanyak saat berbelanja langsung," jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved