Kronologi Seorang Tenaga Kesehatan di RSA UGM Terpapar Covid-19, Riwayat Penularan Belum Diketahui

Pemda DIY pun mengumumkan bahwa tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, yaitu kasus 249, adalah perempuan berusia 27 tahun

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Humas RSA UGM
RSA UGM 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Seorang tenaga kesehatan di Sleman dilaporkan positif virus corona setelah dilakukan tes swab.

Hal itu diumumkan pada awal pekan lalu, dan tenaga kesehatan yang terpapar covid-19 tersebut tercatat sebagai kasus 249 di DIY. 

Pemda DIY pun mengumumkan bahwa tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, yaitu kasus 249, adalah perempuan berusia 27 tahun asal Kabupaten Sleman.

Yang bersangkutan selama ini diketahui bekerja sebagai tenaga medis di RSA UGM.

Direktur Utama RSA UGM, dr Arief Budiyanto, membenarkan kabar tersebut.

BREAKINGNEWS : Tambahan 2 Kasus Positif Covid-19 di DIY pada 11 Juni 2020

Prosentase Kesembuhan Covid-19 di DIY Masih di Angka 77 Persen, Berikut Rinciannya Hari Ini

Ia menyatakan bahwa pasien kasus 249 tersebut tergolong orang tanpa gejala (OTG).

Meski dari fisik tampak sehat, namun saat ini pasien tersebut sudah dilakukan isolasi.

Arief menyatakan pihaknya telah melakukan screening dan belum diketahui bagaimana tenaga medis itu terpapar Covid-19.

Apakah saat bertugas di rumah sakit, atau saat sedang tidak bertugas.

"Kita tidak tahun terpapar di mana. Tapi (tenaga kesehatan) yang lainnya discreening (hasilnya) negatif," ujarnya Kamis (11/6/2020).

RSA UGM tingkatkan fasilitas sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 yang ditandai dengan peresmian Gedung Arjuna dan Yudhistira secara daring pada Senin (8/6/2020).
RSA UGM tingkatkan fasilitas sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 yang ditandai dengan peresmian Gedung Arjuna dan Yudhistira secara daring pada Senin (8/6/2020). (TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri)

Saat ini RSA UGM memiliki gedung sendiri untuk penanganan Covid-19.

Gedung ini dibuat salah satu tujuannya agar tidak ada tenaga kesehatan yang terpapar dari pasien atau pengunjung yang datang.

"Sekarang ini kita tidak bisa membedakan pasien covid, karena masih banyak juga yang tidak jujur," ujarnya.

Saat ini RSA UGM memisahkan pelayanan, ada gedung khusus covid-19 dan ada juga gedung lain untuk pasien non covid-19.

"Jadi nanti tidak boleh semua orang keluar masuk (di gedung khusus penanganan Covid-19), itu fungsinya untuk menzonasi," paparnya.

UPDATE Sebaran Virus Corona di Indonesia Kamis 11 Juni 2020, Berikut Rincian Kasus di 34 Provinsi

Rincian Penambahan Kasus Covid-19 di Indonesia 11 Juni 2020: Jawa Timur Tertinggi, Sulsel Kedua

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman belum bisa memastikan dari mana tenaga kesehatan tersebut tertular.

"Yang jelas beliau bekerja di rumah sakit tersebut, kemungkinan tertular dari pasien juga bisa," ungkapnya.

Menurut Joko, setelah dinyatakan positif, Dinkes mulai melakukan tracing ke orang-orang yang sempat berinteraksi dengan tenaga kesehatan tersebut, baik itu ke RSA UGM maupun ke keluarga nakes yang bersangkutan.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo (TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando)


"Kondisi baik, secara klinis tidak ada masalah. Dia ikut aktif menangani (pasien COVID-19). Saat ini sudah dirawat di sana," ujarnya.

Lebih lanjut, Joko menyatakan hingga kini sudah beberapa nakes dari Kabupaten Sleman yang dinyatakan positif COVID-19.

Dan beberapa di antaranya juga sudah dinyatakan sembuh.

"Jumlah nakes yang positif data pasti belum tahu. Yang jelas ada dari dokter, perawat ada. di bawah 10 (jumlahnya). Ada yang sudah sembuh," terangnya. 

Update Kasus Covid-19 di DIY

Pemda DIY mengumumkan adanya dua tambahan kasus baru Covid-19 di DIY dari pemeriksaan 211 sampel.

Keduanya tercatat sebagai kasus 253 dan 254.

Penambahan ini membuat total kasus positif Covid-19 di DIY per hari ini, Kamis 11 Juni 2020 berjumlah 252 kasus.

"Kasus 253 adalah perempuan usia 38 tahun warga Sleman dan kasus 254 adalah laki-laki usia 50 tahun warga Sleman," beber Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, Kamis (11/6/2020).

Lebih lanjut Berty menjelaskan, kasus 254 memiliki riwayat kontak dengan kasus positif yakni kasus 237 yang merupakan keluarga karyawan Indogrosir.

Sementara untuk kasus 254 terkait dengan Klaster Pedagang Ikan.

Sementara itu, untuk laporan kesembuhan kasus positif Covid-19 di DIY berjumlah 1 kasus sembuh sehingga totalnya hingga 11 Juni 2020 kasus sembuh di DIY berjumlah 195 kasus.

"Kasus sembuh adalah kasus 178 laki-laki usia 45 tahun warga Sleman," ucapnya.

Kemudian untuk PDP yang meninggal dalam proses laboratorium, berjumlah 1 orang dan sudah menjalani swab.

Pasien tersebut yakni laki-laki usia 67 tahun warga Sleman dengan riwayat sakit ginjal.

Pemkot Yogyakarta Atur Alur Pengunjung Malioboro Dua Arah

Soal Penerapan New Normal di DIY, Sri Sultan : Jangan Tergesa-gesa, yang di Rumah Sakit Masih Banyak

Laporan konfirmasi kasus Covid-19 di DIY per 11 Juni 2020 adalah total PDP sebanyak 1.669 orang di mana 90 orang masih menjalani perawatan.

Berdasarkan hasil lab, 252 orang dinyatakan positif (195 orang sembuh, 8 orang meninggal dunia), 1.255 orang dinyatakan negatif, dan masih menunggu hasil lab sebanyak 162 orang (21 orang meninggal dunia).

Sementara itu, total ODP yang tersebar di seluruh DIY yakni 7.073 orang.

(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved