Pendidikan

UGM Kembali Menempati Peringkat Satu di Indonesia Versi 4ICU

Dalam daftar ranking 100 universitas terbaik di Indonesia, UGM menempati urutan pertama disusul oleh UI dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi UGM
Gedung UGM 

TRIBUNJOGJA.COM - Universitas Gadjah Mada kembali menempati peringkat nomor satu di Indonesia dari lembaga pemeringkat 4 International Colleges & Universities atau 4ICU tahun 2020 ini.

Dalam daftar ranking 100 universitas terbaik di Indonesia, UGM menempati urutan pertama disusul oleh Universitas Indonesia dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Menanggapi hasil peringkat rangking dari 4ICU ini, Direktur Direktorat Sistem dan Sumber Daya Informasi (DSDI) UGM, Widyawan, Ph.D.,  mengatakan pemeringkatan tersebut merupakan apresiasi dari lembaga pemeringkat internasional atas hasil kerja keras civitas akademika UGM dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, pengajaran dan riset.

“Tentunya kita sangat bergembira dan bersyukur atas pengakuan ini. Ditengah situasi wabah pandemik, dimana ada work from home (WfH) dan study from home (SfH), maka peran teknologi informasi menjadi semakin penting. Pemeringkatan ini bisa menjadi penambah semangat sekaligus cermin untuk perbaikan,” kata Widayawan kepada wartawan, Selasa (2/6/2020).

UGM Rancang Skenario KBM Tahun Ajaran Baru

Menurut Widyawan, 4ICU merupakan lembaga pemeringkatan universitas global yang mengukur keberadaan digital dan  popularitas berdasarkan jumlah trafik web, kepercayaan terhadap konten dan popularitas dari tautan web.

“Didesain untuk memberikan informasi kepada calon mahasiswa asing tentang kualitas dan popularitas suatu universitas di dunia,” paparnya.

Berbeda dengan lembaga pemeringkat seperti QS dan Webometric, 4ICU memiliki kriteria penilaian sendiri dalam memberikan penilaian kepada setiap universitas yang disurvei.

Meski kriteria penilaian pemeringkatan hampir mirip dengan Webometric, imbuhnya, 4ICU lebih menyoroti di bidang keberadaan digital dan tautan.

“Webometric lebih menekankan pada inisiatif open access. Sedangkan QS lebih ke pemeringkatan akademis dan memerlukan laporan dari universitas,” katanya.

Ia berpendapat, lembaga 4ICU memeringkat berdasarkan kepopuleran situs, hal ini menandakan situs UGM banyak disitasi dan banyak digunakan untuk kepentingan akademik dan publikasi.

“Situs di UGM, berikut subdomainnya, banyak diakses dan disitasi. Keperluannya bisa berupa akademik dan non-akademik,” ujarnya.

Widyawan menyebutkan, saat ini UGM mengelola lebih dari 45.000 web site.

Dua Gedung Baru RSA UGM Diresmikan

Terdiri dari web site resmi institusi, web site kegiatan sperti seminar, jurnal, dan blog yang dimiliki dosen, mahasiswa dan karyawan.

Lalu dari  penggunaan situs itu sangat mempengaruhi pada google index juga sehingga mempermudah pemeringkatan. 

“Dengan banyak situs ugm yang terindex dengan baik akan meningkatkan keberadaan secara digital, dan dengan konten yang baik maka akan banyak disitasi oleh situs lainnya. Tentunya akan mempengaruhi pemeringkatan 4ICU maupun webometrics,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved