Dinas Pariwisata Gunungkidul Rencanakan Simulasi 'New Normal' di Sejumlah Obyek Wisata

Obyek wisata yang akan dilakukan simulasi antara lain Pantai Baron dan Kukup, Wisata Gua Kalisuci, dan Desa Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
instagram.com/explorejogja
Gunung Api Purba Nglanggeran 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul berencana melakukan simulasi penerapan prosedur New Normal.

Jika tak ada aral melintang, simulasi akan dilakukan pada minggu ini.

Sekretaris Dispar Gunungkidul, Harry Sukmono, mengatakan simulasi hanya akan dilakukan di obyek wisata tertentu.

"Penerapannya dilakukan di obyek wisata tertentu yang mewakili karakter zonasi wisata, yaitu pantai, gua, dan desa wisata," jelas Harry dihubungi pada Minggu (07/06/2020).

Adapun obyek wisata yang akan dilakukan simulasi antara lain Pantai Baron dan Kukup, Wisata Gua Kalisuci, dan Desa Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran.

Simulasi direncanakan berlangsung pada 8-11 Juni mendatang.

Meskipun demikian, Harry menjelaskan simulasi ini hanya melibatkan beberapa anggota pengelola hingga penduduk di sekitar obyek wisata.

Tidak ada pengunjung atau wisatawan yang dilibatkan.

"Pelaksanaan simulasi juga masih bergantung dari hasil rapat Bupati dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda)," katanya.

Dispar Gunungkidul beberapa waktu terakhir terus menggodok prosedur penerapan protokol kesehatan COVID-19 dalam menghadapi era New Normal.

Penyusunan tersebut turut melibatkan unsur pelaku wisata.

Ada 3 tahap yang harus dilewati sebelum akhirnya wisata benar-benar kembali dibuka. Ketiganya adalah simulasi, sosialisasi, dan uji coba.

Infrastruktur fisik pun turut disiapkan berkolaborasi dengan para pengelola obyek wisata.

"Penyusunan SOP (Standar Operasional Prosedur) terkait pembukaan pariwisata di Gunungkidul saat ini hampir selesai," kata Harry.

Penyusunan SOP ini tidak hanya melibatkan internal sektor pariwisata Gunungkidul, tetapi juga daerah lain dan Pemda DIY.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Gunungkidul, Badingah, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, tahapan yang ketat sangat diperlukan untuk memastikan pengelola, masyarakat, hingga pengunjung benar-benar sudah siap saat wisata kembali dibuka untuk umum.

"Kami juga tetap menunggu bagaimana keputusan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur DIY," kata Badingah.(*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved