Cerita Pilu Korban PHK Akibat Corona Bingung Rawat Bayinya yang Hirosefalus, Nunggak Iuran BPJS

Kisah pilu Agus Supriyanto, korban PHK akibat corona asal Madiun. Harus merawat bayinya yang hirosefalus, tanpa penghasilan

Editor: Yoseph Hary W
Shutterstock via Tribun Manado
ILUSTRASI 

TRIBUNJOGJA.COM, MADIUN - Kisah pilu korban PHK akibat corona datang dari seorang ayah yang saat ini harus merawat bayi hirosefalus.

Tanpa penghasilan setelah PHK karena corona, ayah asal Madiun ini sedang bingung bagaimana harus bertahan sekaligus membiayai perawatan bayinya yang mengalami hirosefalus.

Kisah pilu tersebut diungkap seorang ayah di Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Madiun bernama Agus Supriyanto. 

Ilustrasi PHK
Ilustrasi PHK (Dok. Jobplanet via kompas.com)

Ia menjadi korban pemutusan hubungan kerja ( PHK) sebagai dampak pandemi corona.

Duka Agus tak berhenti sampai di situ, ia kini kebingungan merawat bayinya yang mengalami hirosefalus tanpa penghasilan.

Bayi enam bulan bernama Elvano Kenzie Mahardika itu bahkan sempat mengalami kejang dan panas.

Agus menuturkan bagaimana ia kehilangan pekerjaannya semenjak pandemi.

Diberhentikan

Agus yang bekerja sebagai karyawan di salah satu warung nasi goreng di Kota Madiun terpaksa diberhentikan.

Penyebabnya, pemilik warung tak kuat membiayai gajinya

Padahal Agus harus menanggung istri serta bayinya yang masih berusia enam bulan dan mengalami hidrosefalus.

Ia pun selama ini hanya tinggal bersama istri dan buah hatinya di indekos berukuran 3x4 meter.

Untuk kebutuhan sehari-hari, Agus harus bekerja serabutan. Sedangkan istrinya menerima jasa jahitan.

Bayinya hidrosefalus

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved