Jenis Olah Raga yang Direkomendasikan dan Aman bagi Penderita Jantung Koroner

Beberapa jenis olah raga yang dianjurkan dan aman khususnya bagi penderita penyakit jantung koroner

Editor: Muhammad Fatoni
familydoctor.org
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh adalah dengan berolahraga.

Namun, tak semua orang bisa bebas berolahraga, khususnya bagi mereka yang menderita penyakit jantung koroner.

Jika memaksakan diri berolahraga tanpa menyesuaikan kondisi tubuhnya, penderita penyakit jantung malah bisa memperburuk kesehatan atau bahkan berakibat fatal yakni kematian.

Oleh sebab itu, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr Michael Triangto Sp.KO menyatakan, ada ketentuan-ketentuan yang perlu diperhatikan bagi penderita penyakit jantung ketika berolahraga agar tidak membahayakan kesehatan.

Dia menjelaskan, ketika berolahraga, otot yang bergerak akan membutuhkan lebih banyak aliran darah dan oksigen, dengan demikian jantung akan bekerja lebih keras.

Itu ditandai dengan denyut jantung yang menjadi lebih cepat.

Namun, di saat bersamaan jantung juga membutuhkan 'makanan' yakni darah yang kaya akan oksigen untuk otot-ototnya dan ini dihantarkan oleh pembuluh darah besar yang disebut arteri koroner.

Pada orang dengan penyakit jantung koroner, memiliki penyempitan arteri koroner sehingga aliran darah yang mengandung oksigen ke jantung pun menjadi berkurang.

Saat melakukan aktivitas berat maka akan memicu terjadinya serangan jantung.

"Kalau itu tidak mencukupi (aliran darah dan oksigen ke jantung), maka jantung akan infal, akan lami serangan jantung. Atau mengalami kerusakan, sehingga kerjanya tidak optimal, mulai merasakan nyeri dada," jelas Michael kepada Kompas.com, Selasa (2/6/2020).

Rekomendasi

Oleh sebab itu, dia menekankan, penting bagi penderita jantung untuk berolahraga dengan intensitas yang tepat menyesuaikan kondisi tubuhnya.

Penderita jantung disarankan untuk berolahraga dengan intensitas ringan yang dilakukan secara teratur dan terprogram.

"Artinya, bukan berarti olahraga setiap hari tapi hanya dalam sebulan, kemudian sebelas bulannya lagi enggak," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved