Breaking News:

Kabar Terbaru dari AS, Apa Kata Menteri Pertahanan Amerika Soal Pengerahan Militer

Menteri Pertahanan AS, Mark Esper pada Rabu (3/6/2020) menentang adanya penerapan hukum yang jarang digunakan

Apu GOMES / AFP
Demonstran mencoba untuk memblokir petugas Polisi ketika mereka mengambil posisi yang mengarah ke kerumunan di Downtown Long Beach pada tanggal 31 Mei 2020 selama protes terhadap kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata yang meninggal saat ditangkap dan dijepit ke tanah oleh lutut seorang perwira polisi Minneapolis. Protes melanda Amerika Serikat atas kematian George Floyd bergema di sisi lain dunia Senin ketika ribuan berbaris solidaritas di jalan-jalan Selandia Baru. 

Namun itu berarti juga mengatakan bahwa mereka telah mengambil langkah awal ke arah itu, dengan membawa 1.600 polisi militer bertugas aktif ke daerah Washington, "sebagai langkah perencanaan yang bijak."

Selain itu, Esper juga membela tindakannya dan tindakan Ketua Umum Gabungan Jenderal Mark Milley di Gedung Putih, pada Senin lalu.

Pasukan diperintahkan untuk menembakkan bom asap dan bola lada, proyektil menyakitkan yang mampu melepaskan bahan kimia, untuk memukul mundur demonstran di taman dekat Gedung Putih sehingga Trump dapat berdiri untuk foto-foto di depan gereja terdekat.

Esper dan Milley dituduh oleh mantan pejabat tinggi pertahanan dan oposisi Demokrat bahwa mereka telah ambil bagian dalam aksi politik Trump. Tindakan yang melanggar prinsip-prinsip tradisional bahwa militer AS tetap apolitis.

Eks ketua kepala Gabungan Mike Mullen pada Selasa berkata, "Saya sangat khawatir bahwa ketika mereka (Esper dan Milley) melaksanakan perintah mereka, anggota militer kita akan dikooptasi untuk tujuan politik," Ada pun terkait pemukulan mundur demonstran di dekat Gedung Putih itu Esper menanggapi, "Saya tidak menyadari adanya penegakan hukum di taman (dekat Gedung Putih)."

Dia menambahkan, "Saya tahu kami tengah berjalan menuju gereja, namun saya tidak tahu bahwa foto op tengah berlangsung."

"Saya lakukan apa yang saya bisa untuk tetap bersikap apolitis dan terhindar dari situasi yang mungkin menjadi politis. Dan terkadang saya berhasil, terkadang saya gagal. Namun tujuan saya tetap menjaga departemen saya di luar politik." (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tolak Rencana Trump Turunkan Militer, Menhan AS: Hanya untuk Situasi Mendesak", 

Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved