Pendidikan

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di UGM Digelar secara Daring

Pembina upacara serta para peserta upacara mengikuti secara daring melalui platform Google Meet serta siaran di saluran Youtube UGM.

Istimewa
UGM melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2020) di halaman utara Balairung UGM. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - UGM melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2020) di halaman utara Balairung UGM.

Namun, hanya petugas upacara, beberapa perwakilan sivitas akademika UGM, serta tim teknis saja yang hadir langsung di sana.

Pembina upacara serta para peserta upacara mengikuti secara daring melalui platform Google Meet serta siaran di saluran Youtube UGM.

Rektor UGM, Prof Panut Mulyono yang bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, nilai-nilai Pancasila masih tampak dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, bahkan semakin kuat.

Mereka saling membantu, berinisiatif gotong royong tanpa diperintah, tanpa melihat agama, ras, maupun asal-usul.

Hasil Survei MDKIK UGM : 60 Persen Warga DIY Setuju Penerapan New Normal

“Kita baca di berbagai media, para pemuka agama serempak mengedukasi masyarakat agar melakukan ibadah di rumah. Selain itu, kemanusiaan ditunjukkan dalam banyaknya jumlah masyarakat yang mendaftar sebagai relawan," katanya.

Panut mengatakan nilai-nilai Pancasila yang diamalkan masyarakat tersebut merupakan modal sosial yang tinggi.

Jika modal sosial ini terus terpelihara di masa-masa normal baru hingga kembali normal lagi nanti, maka pemulihan akan lebih cepat, bahkan dapat mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga.

“Pengalaman semasa pandemi yang dialami oleh bangsa ini tidak diragukan lagi, jika nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, dapat terus diamalkan dalam menyelesaikan permasalahan bangsa lainnya, maka Indonesia akan menjadi unggul dalam tataran Internasional," ujarnya.

Alhamdulillah Kita Punya Pancasila, Gelorakan Semangat Gotong Royong Lawan Covid-19

Dia menambahkan, Pancasila bagi UGM tidak hanya mewarnai dinamika organisasional semata, melainkan sebagai sebuah landasan filosofis dalam pengembangan kebijakan, program, praktik, dan proses organisasional.

Pancasila menjadi ciri perilaku yang mudah dikenali di lingkungan UGM, baik di kalangan dosen, mahasiswa, tendik, maupun alumninya.

“UGM besar bukan karena warganya banyak yang tersohor, mahasiswanya unggul, alumninya di mana-mana, ataupun kampusnya yang besar. Namun, UGM besar karena kuatnya rasa pengabdian negara, bangsa, serta masyarakat Indonesia. Oleh karenanya, mari bersama-sama untuk terus mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved