Gangguan di Lubang Hitam Munculkan Gelembung Misterius

Dari ujung ke ujung, gelembung membentang sekitar 50.000 tahun cahaya atau sekitar setengah diameter Bima Sakti.

Penulis: Sigit Widya | Editor: Sigit Widya
NASA Goddard
Gelembung misterius. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Pusat Bima Sakti adalah teka-teki gumpalan yang tak terlihat dan saling berhubungan.

Ada sulur energi menukik hanya terlihat dalam panjang gelombang radio, ada pula bekas luka berbentuk jam pasir sinar X.

Dan menjulang di atas semuanya, terdapat gelembung Fermi nan misterius.

Bola kembar gas, debu, dan sinar kosmik itu muncul dari pusat galaksi, seperti dua sayap ngengat besar.

Dari ujung ke ujung, gelembung membentang sekitar 50.000 tahun cahaya atau sekitar setengah diameter Bima Sakti.

Namun, ia hanya terlihat dalam cahaya sinar gamma berenergi tinggi.

Dari mana mereka berasal? Tidak ada yang benar-benar tahu.

Tapi, dikutip Tribunjogja.com dari LiveScience, Jumat (29/5/2020), sebuah penelitian yang diterbitkan pada 14 Mei 2020 di The Astrophysical Journal mengungkap sesuatu.

Intinya, gelembung Fermi bersama sinar X misterius dan struktur radio di sekitar pusat galaksi punya seri yang sama dengan lubang hitam yang dimulai sekitar enam juta tahun lalu.

Menggunakan beberapa simulasi komputer, para peneliti menunjukkan bahwa gelembung Fermi dan struktur sinar X terdekat bisa terbentuk dalam satu gerakan oleh gelombang kejut besar yang meledak dari lubang hitam.

Gelombang kejut tersebut dimulai ketika lubang hitam tiba-tiba kehilangan dua jet besar materi terionisasi, terbang di arah yang berlawanan dari pusat galaksi dengan kecepatan cahaya dekat.

Para astronom mengamati jet seperti itu meledak dari galaksi bersama lubang hitam besar sebelumnya.

Jika cukup lebar dan kuat, tulis para peneliti, jet tersebut bisa menciptakan gelombang kejut kembar yang meledak melalui gas panas di kedua sisi pusat galaksi.

Gelombang kejut menekan dan memanaskan gas. Struktur sinar X berbentuk jam pasir pun terbentuk.

Tepi gelombang kejut berkembang ke ruang intergalaksi selama ribuan tahun cahaya di kedua arah, membentuk gelembung Fermi.

Berdasarkan penelitian mereka, seluruh proses tersebut akan berlangsung sekitar satu juta tahun. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved