WHO Hentikan Uji Klinis Hydroxychloroquine Sebagai Obat Covid-19
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menghentikan uji klinis obat anti-malaria hydroxychloroquine pada pasien coronavirus.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menghentikan uji klinis obat anti-malaria hydroxychloroquine pada pasien coronavirus.
Data keamanan obat sedang ditinjau dewan pemantauan WHO, dan uji coba lanjutan telah dibatalkan.
Pernyataan disampaikan Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin (25/5/2020) malam waktu Swiss. Russia Today mengutipnya, Selasa (26/5/2020).
Langkah WHO muncul setelah jurnal medis Inggris yang bergengsi, The Lancet, menerbitkan sebuah studi tentang efek samping obat tersebut.
Artikel tersebut menemukan tingkat kematian yang lebih tinggi di antara pasien Covid-19 yang telah menerimanya.
Ini berbeda dengan ulasan positif sebelumnya tentang obat tersebut, yang dikatakan hanya mengamati sebaliknya.
Ghebreyesus mengatakan saat ini lembaganya meninjau analisis komprehensif dan penilaian kritis dari semua bukti yang tersedia secara global mengenai efek hydroxychloroquine.
“Efek samping obat yang terlihat pada pasien kronis Covid-19 menunjukkan komplikasi jantung, termasuk pengembangan aritmia jantung," kata Mik Ryan, Kepala Program Kedaruratan WHO.
Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu mengaku ia mengonsumsi HCI untuk terapi Covid-19 meski ia negatif.
Trump mempromosikan obat malaria itu sebagai senjata ampuh melawan virus Corona.
Hal sama pernah diungkapkan Presiden Jokowi pada 23 Maret 2020.
Jokowi mengatakan Indonesia memiliki stok tiga juta hidrochloroquine.
Obat tersebut diproduksi di dalam negeri oleh PT Kimia Farma Tbk.
• Peta Sebaran Virus Corona Terbaru di Indonesia, Jakarta Terbanyak, Jawa Timur Kedua dan Jabar Ketiga
• UPDATE 26 Mei 2020 Peringkat Jumlah Pasien Virus Corona Negara Dunia, Indonesia 32, USA 1, China 14
Meskipun demikian, Jokowi menegaskan obat tersebut bukanlah obat utama untuk mematikan virus corona di dalam tubuh.
“Karena memang obat Covid-19 ini belum ada dan belum ada juga antivirusnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hydroxychloroquine.jpg)