Medan Magnet Bumi Berangsur-angsur Melemah, Ini Pengaruhnya

Pelemahan medan magnet Bumi mengakibatkan gangguan teknis di beberapa satelit yang mengorbit.

Penulis: Sigit Widya | Editor: Sigit Wdiya
ESA
Medan magnet Bumi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Medan magnet Bumi berangsur-angsur melemah di daerah yang membentang dari Afrika ke Amerika Selatan.

Menurut laporan New York Post, seperti dikutip Tribunjogja.com, Senin (25/5/2020), para ilmuwan sedang mencoba memahami alasannya.

Yang jelas, mereka bilang, pelemahan medan magnet Bumi mengakibatkan gangguan teknis di beberapa satelit yang mengorbit.

Para ilmuwan menggunakan data dari konstelasi Swarm Badan Antariksa Eropa (ESA) untuk meningkatkan pemahaman tentang daerah yang dikenal dengan “Anomali Atlantik Selatan”.

Mereka menyebut, medan magnet Bumi melindungi manusia dari radiasi luar angkasa dan partikel bermuatan super yang berasal dari matahari.

Menurut ESA, medan magnet dihasilkan oleh besi cair yang berputar sangat panas yang terdiri atas inti luar planet, yang berjarak sekitar 3.000 kilometer di bawah kaki.

 “Kami sangat beruntung memiliki satelit Swarm di orbit untuk menyelidiki perkembangan ‘Anomali Atlantik Selatan’,” kata Jürgen Matzka dari Pusat Penelitian Geosains Jerman

Sekarang, tantangannya adalah memahami proses-proses dalam inti Bumi yang mendorong perubahan-perubahan itu.

Para peneliti berspekulasi bahwa pelemahan medan magnet merupakan tanda bahwa Bumi menuju pembalikan kutub terkemuka.

“Dalam situasi tersebut, kutub magnet utara dan selatan berpindah tempat,” tambah Matzka.

ESA menyatakan, peristiwa serupa pernah terjadi sepanjang sejarah Bumi dengan laju sekitar sekali setiap 250 ribu tahun. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved