Cara Tetap Bisa Bahagia Meski Tidak Mudik, Ini Tujuh Tips
Kini, arus mudik Lebaran sudah tidak ada lagi semenjak pandemi virus corona atau Covid-19.
Cara lain dan murah ialah berolahraga di rumah ataupun indekos. Pagi hari sambil mendapatkan matahari kita olahraga. Atau jika tidak suka keluar ruangan, banyak video di youtube yang dapat kita ikuti untuk berolahraga di ruang terbatas dan tanpa alat. Olahraga diketahui meningkatkan hormon endorfin dalam tubuh kita. Hormon ini adalah satu hormon yang berasosiasi dengan kebahagiaan.
4. Komunikasi ke tahap selanjutnya
Dorong komunikasimu ke tahap selanjutnya dengan cara menulis catatan harian bersama dengan sahabat ataupun keluarga. Banyak aplikasi yang dapat digunakan seperti Livejournal.com, penzu.com, diary.com, atau Tumblr. Kita dapat menulis lebih bebas, membuat rencana-rencana jika kondisi sudah normal. Pastinya bisa menjadi kenangan 5 atau 10 tahun ke depan.
5. Coba aktivitas baru
Meski libur lebaran hanya beberapa hari, tidak ada salahnya mencoba hal baru sebelum kita kembali ke aktivitas WFH atau belajar di rumah. Misalnya dengan memanfaatkan kanal di Youtube untuk mencoba resep-resep baru, mencoba hand lettering, hingga menonton teater. Bagi kita yang sudah punya passion tapi belum sempat melakukannya, bisa jadi ini waktunya.
6. Selalu bersyukur
Dengan kemajuan teknologi saat ini kita tetap dapat terhubung dengan orang-orang terkasih meskipun lebaran di indekos ataupun di rumah saja. Tidak ada salahnya jika menulis buku harian yang akan mengingatkan kita begitu banyak yang kita miliki meskipun di masa sulit.
7. Beraktivitas lain
Sedangkan bagi yang yang memiliki keterbatasan internet ataupun justru sudah lelah menatap layar handphone dan laptop, masih ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan. Seperti berkebun, eksperimen resep, menulis di buku, membaca novel, atau bahkan membersihkan kamar yang mungkin sudah dua bulan tidak dibersihkan sambil menata ulang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/menjelang-lebaran-pemeriksaan-dan-pemantauan-mudik-di-yogyakarta-diperketat.jpg)