Lifestyle
Muncul Keringat saat Tidur Malam? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Jika obat-obatan memicu keringat malam, kita dapat mencoba tidur dengan pakaian yang lebih tipis atau menjaga ruangan tetap dingin.
"Wanita mengalami lebih banyak keringat malam terkait perubahan hormon selama perimenopause dan menopause."
Demikian dikatakan Soma Mandal, MD, internis di Summit Medical Group, Berkeley Heights, New Jersey, Amerika Serikat.
Berkeringat di malam hari selama menopause tidak memprihatinkan, tetapi bisa menjadi tidak nyaman.
Jika kita mengalami keringat malam saat menopause, bicarakan kepada dokter tentang mengobati gejala dengan obat-obatan yang membantu menggantikan estrogen.
Gangguan hormon
Gangguan hormon dapat menyulitkan tubuh kita untuk mengatur suhu normalnya, yang dapat menyebabkan keringat malam.
Suhu tubuh diatur oleh hipotalamus, area di otak yang menghasilkan hormon.
Ketika hormon kita tidak seimbang, terkadang itu menandakan hipotalamus tidak dapat mengatur suhu dengan benar.
Gangguan hormon yang dapat memengaruhi suhu tubuh dan menyebabkan keringat malam mencakup:
1. Hipertiroidisme
Kondisi ini menyebabkan kelebihan produksi hormon tiroid, yang memicu peningkatan keringat, termasuk keringat malam.
2. Feokromositoma
Tumor pada kelenjar adrenal yang membuatnya memproduksi terlalu banyak hormon.
Gejala dapat termasuk keringat malam dan peningkatan denyut jantung.
3. Sindrom karsinoid
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/menurut-pakar-inilah-lima-manfaat-tidur-tanpa-pakaian-alias-telanjang.jpg)