Lifestyle

Muncul Keringat saat Tidur Malam? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Jika obat-obatan memicu keringat malam, kita dapat mencoba tidur dengan pakaian yang lebih tipis atau menjaga ruangan tetap dingin.

Tayang:
Editor: Ari Nugroho
Shutterstock/9nong via tribunpekanbaru.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Ada satu kondisi tubuh yang sering membuat sebagian orang kurang nyaman yakni tubuh yang berkeringat ketika terbangun di tengah malam.

Dan kita sering menyalahkan cuaca atau suhu ruangan yang panas sebagai penyebabnya.

Padahal, kondisi tersebut juga dapat menandakan kita mengalami keringat malam, atau hiperhidrosis tidur.

Keringat malam tidak berhubungan dengan lingkungan kita, termasuk jika suhu di kamar terlalu panas.

Sebaliknya, keringat malam biasa disebabkan oleh fluktuasi hormon dalam tubuh atau efek samping dari pengobatan.

Hal inilah yang dapat memiliki dampak besar pada tidur kita.

Berkeringat di malam hari sering membangunkan kita, karena kita harus mengganti pakaian, atau bahkan seprai, agar dapat kembali tidur dengan nyaman.

Lalu, apa saja pemicu umum dari kondisi keringat malam, dan kapan kita harus ke dokter.

Menopause

Berkeringat di malam hari sering dikaitkan dengan fluktuasi hormon selama menopause dan perimenopause.

Lebih dari 80 persen wanita dalam perimenopause dan menopause mengalami hot flash (perasaan hangat yang tiba-tiba dan intens).

Ketika terjadi di malam hari, ini dapat menyebabkan keringat malam.

Menopause terjadi 12 bulan setelah seorang wanita memiliki periode menstruasi terakhir, biasanya antara usia 45-55 tahun.

Berhubungan Intim Rutin dengan Pasangan Ternyata Mampu Tunda Menopause Usia Dini

Sedangkan, perimenopause terjadi dalam 7-14 tahun sebelum menopause.

Secara khusus, penurunan hormon estrogen yang terjadi selama perimenopause terkait keringat malam, karena itu memengaruhi pengaturan suhu tubuh.

Sumber: Info Komputer
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved