Tribun Jogja Wiki
TRIBUNJOGJA WIKI : Candi Ijo
Candi Ijo merupakan kompleks candi hindu yang dibangun di atas Bukit Hijau atau Gumuk Ijo dan menjadi candi dengan lokasi paling tinggi di Yogyakarta.
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
Pada bagian luar dinding utara, timur dan selatan terdapat jendela-jendela palsu, masing-masing 3 buah. Ambang jendela juga dibingkai dengan hiasan sepasang naga dan kepala Kala seperti yang terdapat di jendela palsu yang mengapit pintu.
Dalam tubuh candi induk ini terdapat sebuah ruangan. Di tengah dinding utara, timur dan selatan masing-masing terdapat sebuah relung yang bentuknya mirip jendela palsu yang terdapat di dinding luar.
• Candi Ijo Juga Bersiap Hadapi Musim Penghujan
Setiap relung diapit oleh pahatan pada dinding yang menggambarkan sepasang dewa-dewi yang sedang terbang menuju ke arah relung.
Di tengah ruangan terdapat lingga yang disangga oleh makhluk seperti ular berkepala kura-kura. Makhluk yang berasal dari mitos Hindu ini melambangkan penyangga bumi.Dengan demikian, pusat candi merupakan garis sumbu bumi.
Penyatuan lingga dan yoni melambangkan kesatuan yang terpisahkan antara Brahma, Wisnu dan Syiwa. Lingga, yang seharusnya menancap pada yoni sudah tidak ada di tempatnya.
Atap candi bertingkat-tingkat, terbentuk dari susunan segi empat yang makin ke atas makin mengecil. Di setiap sisi terdapat deretan 3 stupa di masing-masig tingkat. Sebuah stupa berukuran lebih besar terdapat di puncak atap.
Sepanjang batas antara atap dan dinding tubuh candi dihiasi dengan deretan pahatan dengan pola berselang-seling antara sulur-suluran dan raksasa kerdil.
Sepanjang tepi lapisan dihiasi dengan deretan bingkai berpola kala. Dalam masing-masing bingkai terdapat arca setengah badan yang menggambarkan dewa Brahma, Wisnu atau Syiwa dalam berbagai posisi tangan.
Sejarah
Candi Ijo dibangun sekitar abad ke-9. Kompleks candi terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak.
Peletakan bangunan pada tiap teras berdasarkan pada kesakralannya, dan bangunan yang berada di teras tertinggi merupakan bangunan yang paling sakral.
Saat ini bangunan yang masih utuh terletak pada teras ke-11. Di teras tertinggi tersebut terdapat empat bangunan berupa satu candi utama dan tiga candi pewara.
Lokasi dan Akses
Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Sleman. Untuk mencapai Candi Ijo wisatawan yang datang dari arah Solo bisa menyusuri jalan raya Prambanan – Piyungan.
Setelah melewati Istana Ratu Boko silahkan belok ke kiri mengikuti penunjuk arah. Jalan menuju Candi Ijo berupa tanjakan yang lumayan curam dan bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Candi Ijo terletak tepat di kiri jalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suasana-candi-ijo-saat-matahari-terbenam.jpg)