Candi Ijo Juga Bersiap Hadapi Musim Penghujan
Proses konservasi dilakukan salah satunya untuk menghadapi musim hujan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Intihaul Khiyaroh
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Daya tarik Candi Ijo selain pada keunikan bangunan candi, juga keindahan lokasinya dimana pada sore hari wisatawan dapat menikmati sunset. Candi yang terletak di Groyokan, Sambirejo, Prambanan, Sleman ini merupakan salah satu candi Hindu yang ada di Yogya. Tempatnya yang cukup tersembunyi menjadikan Candi Ijo tak sepopuler Candi Prambanan.
Candi Ijo terdiri dari satu candi induk dan tiga candi perwara. Di dalam candi induk terdapat Lingga Yoni, sedangkan tiga candi lainnya berisi atribut kendaraan trimukti, tiga dewa tertinggi Hindu, yaitu Wisnu (garuda), Brahma (Angsa), dan Siwa (Nandi/Sapi). Sayangnya hanya arca nandi/sapi yang masih ada.
Proses konservasi dilakukan salah satunya untuk menghadapi musim hujan. Namun, tidak mudah dalam mengkonservasi Candi Ijo. Proses ini sudah berlangsung selama dua hari ini.
"Mencari rembesan dan menambal yang bocor tidaklah mudah, rembesan belum tentu tempatnya. Kadang dicari disini tapi rembesannya di situ. Sebenarnya sudah diteliti seteliti mungkin, tapi namanya orang kerja mungkin ada yang kelewatan yang kejepit," tutur Rajimin (52) salah satu petugas konservasi Candi Ijo (03/11/14).
Petugas konservasi tidak hanya menambal kebocoran batu candi saja. Mereka juga membersihkan batu candi dari jamur dan debu. Pembersihan juga dilakukan dengan menggunakan bahan kimia. Bahan kimia digunakan setelah proses pembersihan manual dengan cara dioleskan ke batu candi untuk membunuh jamur yang menempel. (tribunjogja.com)