Hikmah Ramadan: Iktikaf di Rumah Saja
Suatu hari, sepeninggal Rasulullah SAW, Abu Hurairah R.a. ber-iktikaf di masjid Nabawi.
Oleh Mucharom SAg MSI, Guru MAN 3 Sleman
TRIBUNJOGA.COM, YOGYA - Suatu hari, sepeninggal Rasulullah SAW, Abu Hurairah R.a. ber-iktikaf di masjid Nabawi.
Ia tertarik ketika mengetahui ada seseorang di masjid yang sama, duduk bersedih di pojok masjid. Abu Hurairah pun menghampirinya.
Menanyakan apa asbab ia tampak bersedih. Setelah mengetahui masalah yang menimpa orang itu, Abu Hurairah pun segera menawarkan bantuan.
”Mari keluar bersamaku wahai saudaraku, aku akan memenuhi keperluanmu,” ajak Abu Hurairah.
“Apakah kau akan meninggalkan iktikaf demi menolongku?” tanya orang tersebut.
"Ya, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh berjalannya seseorang diantara kamu untuk memenuhi kebutuhan saudaranya, lebih baik baginya daripada iktikaf di masjidku ini selama sebulan.”. (HR. Thabrani - Ibnu Asakir)
Luar biasa Abu Hurairah itu, ditengah iktikafnya, jiwa pedulinya menyelesaikan masalah muslim yang lain.
Kesalihan pribadinya mewujud nyata dalam kesalihan sosial. Semangat memberi manfaat kepada orang lain atau nafi’un li ghairihi, mestinya menjadi panggilan nurani bagi setiap Muslim, karena pada diri setiap Muslim Allah berikan kelebihan nikmat yang harus disyukurinya.
Keterpanggilan nurani untuk berkontribusi menyelesaikan problem orang lain, menjadi bukti mengamalkan hadis Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Ahmad, Thabrani)
Ramadan di tengah pandemi Covid–19 saat ini, adalah momentum terbaik untuk memberi manfaat bagi orang lain.
Ramadan di rumah saja, bagi mereka yang terdampak corona terasa sangat berat.
Terlebih bagi mereka yang biasa menjemput rejekinya harian. Usaha sepi, rejeki berkurang sedang kebutuhan untuk berbuka dan sahur keluarga harus tercukupi.
Di sinilah peluang bagi seorang muslim yang diberi kecukupan rejeki oleh Allah SWT, peluang untuk membantu dan mencukupi kebutuhan Muslim yang lain. Bantuan paket sembako atau menu buka – sahur puasa akan meringankan saudara kita, sekaligus kita beroleh pahala seperti mereka yang puasa
Bisa jadi keluarga dekat, tetangga atau orang-orang yang menjadi tanggungjawab sosial kita banyak yang membutuhkan bantuan kita. Bantuan sejumlah paket sembako atau sebungkus menu buka puasa dan sahur bisa menajdi solusi menuai pahala seperti mereka yang puasa
Meski kita tak bisa iktikaf pada sepuluh hari terahir Ramadan di masjid tahun ini, kita bisa belajar beramal seperti Abu Hurairoh, iktikaf di rumahpun, kita akan dapat ganjaran seakan-akan telah iktikaf di masjid selama sebulan. InsyaAllah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/much2-ok.jpg)