Pembatasan Dilonggarkan, Pekerja Mudik, India Alami Lonjakan Kasus Corona Tertinggi
India mengalami lonjakan penambahan kasus positif COVID-19 harian tertinggi sejak awal ditemukannya kasus virus corona
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, NEW DELHI - India mengalami lonjakan penambahan kasus positif COVID-19 harian tertinggi sejak awal ditemukannya kasus virus corona di negara tersebut. Lonjakan terjadi pada hari Senin (18/5/2020) kemarin.
Otoritas setempat mengungkapkan bahwa lonjakan penambahan kasus COVID-19 berasal dari para pekerja migran yang nekat kembali ke rumah mereka setelah kehilangan pekerjaan di pusat-pusat populasi di India.
Dalam 24 jam terakhir pada hari Senin kemarin, tercatat ada penambahan 5.242 kasus baru dan 157 kematian akibat COVID-19.
• Jadi Inang Berbagai Virus Corona, Apakah Kelelawar Punya Kekebalan Tubuh Berkekuatan Super?
Jumlah ini telah menambah banyak daftar pasien positif dengan total 96,000 orang, yang merupakan terbanyak di Asia.
Sementara jumlah total kasus kematian sebanyak 3.029 kasus.
Pada hari Minggu, pemerintahan setempat memperpanjang karantina nasional hingga 31 Mei.
Namun mereka mulai melonggarkan beberapa pembatasan untuk memulihkan kegiatan ekonomi dan memberi negara bagian kendali lebih besar dalam memutuskan sifat karantina itu.
• Prediksi Ahli Ada Penambahan 40 Ribu Kasus Virus Corona Baru di Jawa Akibat Mudik Lebaran
Pihak berwenang sebagian besar menyalahkan lonjakan infeksi diakibatkan oleh kembalinya ratusan ribu pekerja migran ke desa-desa India, yang memiliki infrastruktur kesehatan yang lebih lemah.
Adapun India melonggarkan aturan lock down pada 4 Mei dan mengizinkan pekerja migran untuk melakukan perjalanan kembali ke rumah mereka, sebuah keputusan yang telah mengakibatkan jutaan orang bergerak selama dua minggu terakhir.
• Sosok Judy Mikovits dan Teori Konspirasi Virus Corona yang Meresahkan Para Ilmuwan
Layanan kereta api dilanjutkan, dengan sejumlah kereta mulai operasional.
Semua penerbangan penumpang tetap terhubung, dan layanan metro, sekolah, hotel, dan restoran ditutup secara nasional.
Sebagian besar infeksi yang dilaporkan di India berasal dari kota-kota utamanya yakni Mumbai.
Mumbai sendiri mencatat hampir 20 persen dari total kasus di India. (*/Gazette)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/polisi-india-memeriksa-pengendara-di-pos-pemeriksaan-selama-lockdown.jpg)