Gunungkidul

Disnakertrans Gunungkidul Buka Posko Pengaduan THR Hingga H+7 Lebaran

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Gunungkidul memastikan Posko Pengaduan terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) tetap dibuka h

Dok. Disnakertrans Gunungkidul/Istimewa
Informasi mengenai Posko Pengaduan THR Disnakertrans Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Gunungkidul memastikan Posko Pengaduan terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) tetap dibuka hingga usai Idul Fitri.

Kabid Tenaga Kerja Disnakertrans Gunungkidul Ahsan Jihadan mengatakan posko dibuka khusus melayani laporan pekerja yang merasa THR-nya belum dibayarkan atau mengalami penundaan.

"Posko kami buka hingga H+7 Lebaran. Perusahaan sendiri sudah diminta untuk memberikan THR paling lambat hingga H-7," jelas Ahsan dihubungi pada Selasa (19/05/2020).

Menurut Ahsan, hingga hari ini pihaknya belum menerima laporan dari pekerja terkait kendala pembayaran THR.

Ia mengatakan sebagian besar perusahaan telah memberikan THR secara penuh pada pekerja sejak awal April.

SPSI Gunungkidul Sebut Sejumlah Perusahaan Tunda THR untuk Pekerja

Ia pun menyampaikan belum ada perusahaan yang melakukan penundaan atau mengangsur THR pekerja.

Hanya saja, ada beberapa perusahaan atau instansi yang memberikan THR khusus pada karyawan yang merayakan Idul Fitri.

"Memang sudah ada kesepakatan dalam instansi bahwa THR diberikan sesuai perayaan keagamaan," kata Ahsan.

Sebelumnya, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Gunungkidul Agus Santoso menyampaikan ada 8 pekerja yang mengaku belum menerima dan mengalami penundaan THR.

Agus mengatakan belum akan melaporkan masalah ini ke Disnakertrans Gunungkidul, lantaran masih mengupayakan komunikasi secara internal dengan perusahaan yang bersangkutan.

Tuntut THR, Puluhan Karyawan Resto Cepat Saji Dipaksa Resign

"Jika diperlukan, Kamis ini kami akan ke Disnakertrans Gunungkidul untuk berkoordinasi terkait laporan tersebut," jelasnya.

Sementara itu, Ahsan mengungkapkan sampai saat ini ada sebanyak 1,907 pekerja yang dirumahkan oleh perusahaan sebagai dampak dari COVID-19.

Sedangkan sebanyak 5 pekerja mendapatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Jumlah itu termasuk pekerja asal Gunungkidul yang bekerja di luar daerah. Wilayah Gunungkidul sendiri ada 294 perusahaan," ujar Ahsan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved