Belum Ada Kejelasan, Pemerintah Indonesia Minta Arab Saudi Segera Buat Keputusan Soal Ibadah Haji

Belum Ada Kejelasan, Pemerintah Indonesia Minta Arab Saudi Segera Buat Keputusan Soal Ibadah Haji

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
AFP
Para jamaah Muslim mengelilingi Ka'bah suci di Masjidil Haram Mekah, situs paling suci Islam, pada 3 April 2020. Arab Saudi pada 2 April memperpanjang pembatasan jam malam di dua kota tersuci Islam menjadi 24 jam untuk membendung penyebaran virus corona karena jumlah kematian akibat virus itu terjadi. penyakit naik menjadi 21. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pandemi virus corona yang terjadi di sebagian besar negara di dunia, termasuk Arab Saudi berdampak terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Hingga saat ini, pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian apakah ibadah haji tahun ini akan dilaksanakan atau tidak.

Menyikapi hal itu, pemerintah Indonesia meminta Arab Saudi segera memberikan kepastian soal penyelenggaran ibadah haji tahun ini.

Bahkan Indonesia meminta agar kepastian itu disampaikan sebelum berakhirnya bulan ramadhan tahun ini.

“Kami berharap informasi pasti apakah haji tahun ini diselenggarakan atau batal bisa segera diumumkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Semoga sebelum akhir Ramadan,” kata Juru Bicara Kementerian Agama Oman Fathurahman melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (18/5/2020).

Menurut Oman, kepastian mengenai penyelenggaraan ibadah haji menjadi penting karena jadwal pelaksanaannya semakin dekat.

Informasi ini dijadikan pedoman oleh Kemenag dalam mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji.

Oman mengatakan, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag telah meminta Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI untuk ikut mengomunikasikan kepastian penyelenggaraan ibadah haji melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta.

Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Wates Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Ustaz dan Ustazah

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2020, Selasa 19 Mei Wilayah Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, dan Medan

Kemenag juga telah berupaya menghubungi pihak Arab Saudi terkait hal ini.

“Informasi mengenai kepastian penyelenggaran ibadah haji yersebut menjadi penting bagi kami dalam menyiapkan kebijakan serta peraturan-peraturan yang diperlukan apabila haji akan dilaksanakan dan atau tidak dilaksanakan pada tahun ini,” ujar dia.

Oman menyampaikan, sampai saat ini persiapan penyelenggaran ibadah haji tahun 2020 terus dilakukan oleh Kemenag.

Terkait pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih), Kemenag membuka masa pelunasan tahap II hingga 20 Mei mendatang.

Persiapan layanan di Arab Saudi juga sudah dilakukan meski prosesnya belum sampai pada kontrak pengadaan karena adanya surat Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab mengenai permohonan untuk menunggu hingga jelasnya masalah Covid-19.

Oman mengatakan, Kemenag sudah menyiapkan mitigasi atas dua skenario penyelenggaraan haji tahun ini.

Dua skenario tersebut adalah haji batal atau tetap dilaksanakan.

“Mitigasi tersebut juga mencakup langkah yang akan Indonesia ambil jika Saudi tidak kunjung memberi kepastian, padahal waktu persiapan sudah semakin mepet,” kata dia.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemenag Harap Saudi Segera Beri Kepastian Haji Batal atau Tidak 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved