Berikut Panduan New Normal Berdampingan dengan Covid-19 di Tempat Umum

Tidak ada yang tahu, sampai kapan pandemi virus corona Covid-19 akan berlangsung dan membatasi ruang gerak serta interaksi masyarakat dunia.

Editor: Joko Widiyarso
AFP/FABRICE COFFRINI
Dua orang wanita menjaga jarak sosial saat mengobrol di kursi taman di Jenewa, Swiss, 18 Maret 2020. Menjaga jarak aman antar warga merupakan salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran virus corona. 

TRIBUNJOGJA.COM - Tidak ada yang tahu, sampai kapan pandemi virus corona Covid-19 akan berlangsung dan membatasi ruang gerak serta interaksi masyarakat dunia.

Alih-alih terus bertahan dengan tetap tinggal di rumah, kini banyak pihak sudah mulai memikirkan cara baru untuk bisa beraktivitas dengan optimal, namun tetap aman dari infeksi virus corona atau sekarang disebut dengan new normal.

Menurut Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Menurut Wiku, prinsip utama dari new normal itu sendiri adalah dapat menyesuaikan dengan pola hidup.

"Secara sosial, kita pasti akan mengalami sesuatu bentuk new normal atau kita harus beradaptasi dengan beraktifitas, dan bekerja, dan tentunya harus mengurangi kontak fisik dengan orang lain, dan menghindari kerumunan, serta bekerja, bersekolah dari rumah," kata Wiku seperti dalam keterangan yang diterima Kompas.com, baru-baru ini.

Berita Baik! Obat Covid-19 Buatan Indonesia Beredar Juli, Bisa Tingkatkan Imunitas dan Lawan Corona

Bupati Klaten Meninjau Penyaluran BST di Kantor Pos

Wiku menerangkan, secara sosial disadari bahwa hal ini akan berpengaruh.

Pasalnya, ada aturan yang disebutkan dalam protokol kesehatan untuk menjaga jarak sosial dengan mengurangi kontak fisik dengan orang lain.

Petugas Jogoboro memasang tali pembatas di kursi yang ada di kawasan pedestrian Malioboro, Kota Yogyakarta, Senin (20/4/2020) Pemasangan tali pembatas tersbeut merupakan salah satu cara untuk menjaga jarak antar warga di tempat umum
Petugas Jogoboro memasang tali pembatas di kursi yang ada di kawasan pedestrian Malioboro, Kota Yogyakarta, Senin (20/4/2020) Pemasangan tali pembatas tersbeut merupakan salah satu cara untuk menjaga jarak antar warga di tempat umum (TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri)

Beraktivitas kembali di tengah wabah penting untuk dipertimbangkan, karena jika terus-menerus berada di rumah, maka akan banyak sektor yang turut terdampak, terutama sektor ekonomi.

Namun, meski sudah dimungkinkan untuk kembali beraktivitas dari luar rumah, tetap saja ada beragam protokol kesehatan dan aturan yang ditaati demi keamanan bersama.

Seperti misalnya melihat berapa usia yang dibolehkan untuk beraktivitas di luar rumah saat masa pandemi, yakni di bawah 45 tahun sebagaimana disampaikan pemerintah.

Selain itu, ada pula sejumlah upaya preventif yang tidak boleh ditinggalkan di mana pun kita saat meninggalkan rumah.

Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman memberikan sejumlah tips bagi kita semua saat berada di ruang publik, khususnya di dalam kendaraan umum dengan ruang terbatas dan di pusat perbelanjaan.

1. Kendaraan umum
Transportasi publik menjadi salah satu fasilitas yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari, mulai dari pergi ke kantor, pasar, bandara, stasiun, dan sebagainya.

Warga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter.
Warga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter. ((KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG))

Di tempat-tempat tersebut juga memungkinkan berkumpulnya orang dalam jumlah banyak.

Untuk itu, masyarakat harus terus menjaga diri agar aman dan terhindar dari virus corona selama berada di kendaraan umum, apapun itu, baik bus, kereta, pesawat, dan sebagainya.

Tips yang diberikan Dicky berikut sebenarnya sederhana dan sudah berulang kali mungkin kita terima di masa pandemi ini.

Masjid Siti Chotijah Wetan Pasar Wates Berbagi Sedekah

BREAKING NEWS : Update Covid-19 Bantul 17 Mei 2020, Pasien Sembuh Kembali Bertambah

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved