Berikut Panduan New Normal Berdampingan dengan Covid-19 di Tempat Umum

Tidak ada yang tahu, sampai kapan pandemi virus corona Covid-19 akan berlangsung dan membatasi ruang gerak serta interaksi masyarakat dunia.

Tayang:
Editor: Joko Widiyarso
AFP/FABRICE COFFRINI
Dua orang wanita menjaga jarak sosial saat mengobrol di kursi taman di Jenewa, Swiss, 18 Maret 2020. Menjaga jarak aman antar warga merupakan salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah penyebaran virus corona. 

Namun, itulah upaya-upaya yang saat ini bisa kita lakukan.

"Selalu menggunakan masker di mana pun, termasuk di sarana transportasi publik."

"Jaga jaraknya, kontaknya diminimalisir antar-orang," kata Dicky dalam video pendek yang diterima Kompas.com, Minggu (17/5/2020).

Dicky mengatakan, selalu upayakan agar kita berada berjauhan dengan penumpang lain, setidaknya 2 meter.

Namun jika tidak memungkinkan, duduk atau berdirilah sesuai dengan titik atau bangku yang sudah diatur sedemikian rupa.

Selain dari pihak masyarakat sebagai penumpang, pihak penyedia layanan transportasi umum dan pemerintah juga memiliki kontribusi penting dalam mengamankan penumpang dari Covid-19.

"Di transportasi publik ini perlu juga disiapkan oleh pemerintah, misalnya posisi-posisi, pengingat-pengingat (simbol atau poster) harus menjaga jarak."

"Selain posisi duduk juga diupayakan harus berjauhan," jelas Dicky.

2. Pusat perbelanjaan
Selain di kendaraan umum, pusat perbelanjaan juga menjadi tempat yang sering dituju masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari.

PERIKSA SUHU - Anggota staf memeriksa suhu tubuh dan kode QR kesehatan pelanggan di pintu masuk sebuah supermarket di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, 30 Maret 2020.
PERIKSA SUHU - Anggota staf memeriksa suhu tubuh dan kode QR kesehatan pelanggan di pintu masuk sebuah supermarket di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, 30 Maret 2020. (XINHUA / FEI MAOHUA)

Di sana, masyarakat sebagai konsumen akan banyak bertemu dengan banyak orang lain yang juga pergi berbelanja maupun petugas atau karyawan yang bekerja di sana.

Untuk itu, jaga jarak dan penggunaan masker hukumnya tetap menjadi suatu keharusan bagi semua pihak, tak terkecuali.

Namun di samping itu, Dicky menyarankan pihak pengelola pusat perbelanjaan untuk menyediakan cairan pencuci tangan di berbagai titik.

150 Warga Gunungkidul Reaktif Rapid Test, di Antaranya Tenaga Kesehatan

Manusia Mongoloid Lebih Tahan “Micin”? Pakar Ini Beberkan Jawabannya

Selanjutnya, pengelola juga diimbau untuk membuat alur bergerak para konsumen seperti untuk masuk, keluar, juga berdiri menunggu antrean.

"Pintu masuknya harus (diatur), jadi ada masuk dan keluar."

"Jadi dibantu dengan adanya arah petunjuk (misalya stiker lantai) untuk pengunjun," kata Dicky.

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved