Wabah Virus Corona

Hasil Rapid Test 99.216 Warga DKI Jakarta, 3.804 Orang Terindikasi COVID-19

Hasil Rapid Test warga DKI Jakarta menunjukkan 3.804 orang dinyatakan terindikasi COVID-19. Berikut penjelasan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta

Editor: Yoseph Hary W
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
ILUSTRASI - Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2020). Tes tersebut diperuntukan bagi peserta Seminar Anti Riba yang berlangsung di Babakan Madang Kabupaten Bogor pada 25-28 Februari 2020, dimana dua orang peserta seminar tersebut meninggal dunia di Solo Jawa Tengah akibat COVID-19. 

TRIBUNJOGA.COM, JAKARTA - Hasil Rapid Test terhadap 99.216 warga DKI Jakarta menunjukkan sebanyak 3.804 orang di antaranya terindikasi COVID-19. 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti. 

ILUSTRASI - Masyarakat Sleman yang merupakan pengunjung indogrosir melakukan rapid test massal hari kedua , Rabu (13/5/2020).
ILUSTRASI - Masyarakat Sleman yang merupakan pengunjung indogrosir melakukan rapid test massal hari kedua , Rabu (13/5/2020). (Dok Humas Pemkab Sleman)

Kabar Gembira! Laporan Ridwan Kamil, Hasil PSBB Se Jawa Barat Menurunkan Angka Kasus COVID-19

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan rapid test (tes cepat) Virus Corona terhadap 99.216 warga di seluruh wilayah DKI Jakarta, dikutip Tribun Jogja dari kompas.com.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyebutkan, sebanyak 3.804 orang dinyatakan terindikasi COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan.

Untuk persentase positif bagi yang mengikuti rapid test adalah empat persen.

"Total sebanyak 99.216 orang telah menjalani rapid test, dengan persentase positif COVID-19 sebesar 4 persen," ujar Widyastuti di Balai Kota yang disiarkan akun YouTube Pemprov DKI, Sabtu (16/5/2020).

Sementara itu, 95.412 orang lainnya dinyatakan negatif setelah mengikuti rapid test tersebut.

Pengertian Rapid Test

Warga menjalani tes cepat untuk mendeteksi COVID-19
Warga menjalani tes cepat untuk mendeteksi COVID-19 (Tiziana FABI / AFP)

UPDATE Corona Indonesia: Ada 529 Kasus Baru Tersebar di 27 Provinsi, No 1 Jatim, DKI, Sulsel, Jateng

Rapid test merupakan teknik pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh.

Hasil rapid test tak boleh dan tak bisa digunakan secara mandiri untuk mengonfirmasi keberadaan atau ketiadaan infeksi virus corona tipe 2 atau SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di dalam tubuh.

Untuk mengonfirmasi keberadaan virus corona secara akurat dalam tubuh seseorang harus dilakukan tes swab dengan metode PCR.

Hasil tes dari rapid test adalah reaktif (ada reaksi terhadap keberadaan antibodi) atau non-reaktif (tidak ada reaksi terhadap keberadaan antibodi).

Jika Anda sempat membaca hasil rapid test adalah positif atau negatif, harus dimaknai sebagai positif atau negatif terhadap keberadaan antibodi dalam tubuh, bukan positif atau negatif terhadap keberadaan virus corona penyebab Covid-19.

UPDATE Corona Terkini 16 Mei: Tambah 529, Total 17.025 Kasus COVID-19 di Indonesia, DKI Capai 5.795

Diketahui, pasien positif Covid-19 di Jakarta mencapai 5.795 orang per Sabtu ini.

Jumlah pasien yang terinfeksi virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) ini bertambah 116 orang dibandingkan Kamis kemarin.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved