Wabah Corona

Cari Tempat Karantina, Dinkes Gunungkidul Dekati RS Swasta

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty mengaku melakukan pendekatan ke sejumlah rumah sakit swasta. Mereka diminta untuk membantu pe

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty mengaku melakukan pendekatan ke sejumlah rumah sakit swasta. Mereka diminta untuk membantu penanganan COVID-19.

Dewi mengatakan sudah menghubungi setidaknya 3 RS swasta, yaitu RS Nur Rohmah, RS PKU Muhammadiyah, dan RS Pelita Husada.

"Rencananya kami juga akan mengunjungi RS Bethesda Wonosari agar bisa ikut membantu penanganan," jelas Dewi pada wartawan, Jumat (15/05/2020).

Reaktif Rapid Test di Gunungkidul Kembali Bertambah, Dinkes Persiapkan Lokasi Karantina

Menurut Dewi kerjasama dengan RS swasta saat ini diperlukan mengingat jumlah pasien COVID-19, terutama reaktif Rapid Test terus bertambah.

Sedangkan kapasitas ruang isolasi di dua RS rujukan Gunungkidul, yaitu RSUD Wonosari dan RS Panti Rahayu terbatas.

Hal serupa juga terjadi pada RSUD Saptosari, yang saat ini dijadikan sebagai lokasi karantina bagi OTG reaktif Rapid Test. Status RSUD Saptosari sendiri saat ini sebagai wisma, karena proses perijinan sebagai RS masih dilengkapi.

"Kehadiran RS swasta sangat diperlukan untuk menambah kapasitas ruang isolasi. Jadi pelayanan kesehatan pada masyarakat juga bisa lebih maksimal," kata Dewi.

Disperindag Kota Yogyakarta Dukung Rapid Tes di Pasar Tradisional

Direktur RSUD Wonosari Dr. Heru Sulistyowati mengungkapkan ada 15 ruang isolasi dewasa dengan 17 tempat tidur, serta 2 ruang isolasi khusus anak. Saat ini seluruh ruang isolasi sudah penuh dengan 13 pasien positif dan 4 PDP.

Sementara Direktur RS Panti Rahayu Drm Wibowo Soerahjo menyampaikan ada 4 ruang isolasi. Sebanyak 2 pasien diperbolehkan pulang pada Kamis (14/05/2020) lalu.

"Kapasitas kami juga terbatas, hanya ada 50 tempat tidur. Apalagi yang sakit juga tidak hanya terkait COVID-19 saja," tutur Wibowo.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved